Salman Al-Farisi

PENCARI KEBENARAN

Nenek moyangku Bangsa Persi, Aku berasal dari Isfahan, suatu desa bernama “Ji” . Bapakku seorang Bupati didaerah itu, Aku merupakan Makluk Allah yang paling disayanginya, Aku membaktikan diri dalam agama majusi, hingga diserahi tugas sebagai penjaga api yang bertanggung jawab atas nyalanya dan tidak membiarkannya padam…

Suatu saat aku melihat beberapa orang sedang sembahyang, aku kagum melihat cara mereka sembahyang, ini lebih baik dari yang apa yang aku anut selama ini,!’’ lalu aku tanyakan asal-usul mereka, ternyata

mereka Nashrani dari Syria, ketika aku sampaikan hal ini kepada Bapakku dan berakhir dengan dirantainya kakiku serta dipenjarakannya. Sampai suatu saat aku berhasil lolos dan ikut bergabung dengan orang-orang Nashrani menuju Syria,, aku tinggal dengan seorang Uskup pemilik gereja, sayang Uskup ini seorang yang tidak baik beragamanya karena dia mengumpulkan sedekah dengan alas an dibagikan, ternyata disimpan untuk keperluan pribadi, sampai uskup itu wafat….

Mereka mengangkat orang lain sebagai gantinya, dan kulihat uskup ini baik beragamanya, akupun mencintainya demikian rupa, dan tatkala ajalnya telah dekat, aku bertanya : “sebagai anda maklumi. Telah dekat saat berlakunya takdir Allah atas diri anda, maka apa yang harus aku perbuat, siapakah yang harus aku hubungi? Anakku , ujarnya : temuilah seorang pemimpin di mosul, lalu tatkala ia wafat akupun berangkat menghubungi Pendeta yang disebutkannya tadi, aku tinggal selama waktu yang dikehendaki Allah,

Smpai ketika ajalnya pun telah dekat pula, kutanyakan kepadanya siapa yang harus aku turuti. Ditinjukannya seorang shalih yang tinggal di Nasibin, aku dating kepadanya lalu tinggal bersamanya selama waktu yang dikehendaki Allah pula, tatkala ia hendak meninggal, kubertanya pula kepadanya, maka disuruhnya aku menghubungi seorang pemimpin yang tinggal di Amuria. Suatu kota yang termasuk wilayah romawi, akupun tinggal dengannya dan dengan bekal hidup beternak sapid an kambing, kemudian dekatlah ajalnya pula, kutanyakan pula kepada siapa aku di percayakan? Ujarnya “ anakku! tak seorang pun yang kukenal serupa dengan kita keadaannya dan dapat aku percayakan engkau padanya, tetapi sekarang telah dekat datangnya masa kebangkitan seorang Nabi yang mengikuti agama Ibrahim secara murni, Ian anti akan hijrah ke suatu tempat yang ditumbuhi kurma dan terletak di antara dua bidang tanah berbatu-batu hitam. Seandainya kamu dapat pergi kesana, temuilah dia! Ia mempunyai tanda-tanda yang jelas dan gambling; ia tidak mau makan shodaqoh, sebaliknya bersedia menerima hadiah dan di pundaknya ada cap kenabian yang bisal kau melihatnya segeralah kau mengelainya”

Hingga suatu saat aku ikut rombongan dari jazirah arab, mereka membawaku hingga di suatu negeri bernama Wadil Qura, disini aku mengalami penganiayaan, mereka menjualku kepada seorang Yahudi, mulai saat itu aku tinggal bersama orang yang membeliku, hingga suatu ketika aku dengar dari Yahudi yang mengatakan ada seorang laki-laki di Quba datang dari mekah dan mengaku sebagai Nabi..

Setelah hari petang aku kumpulkan yang aku punya,lalu pergi menemui Rasulullah di Quba, lantas aku berikan shodaqoh, lalu makanan itu aku taruh du hadapannya : Makanlah dengan nama Allah Sabda Rasulullah kepada para sahabatnya, tapi Beliau tak sedikipun mengulurkan tanganya untuk menjamah makanan itu… “ nah demi Allah!~ kataku dalam hati “ inilah satu tanda-tandanya…bahwa ia tak mau memakan harta shodaqoh”

Keesokan harinya aku kembali menemui rasulullah dengan membawa makanan, kutaruh di hadapannya dan aku katakan ini sebagai hadiah buat tuan, maka sabdanya kepada sahabatnya : “ Makanlah dengan menyebut nama Allah” dan beliaupun turut makan bersama mereka, “ demi Allah “ inilah tanda yang kedua, “bahwa ia bersedia menerima hadiah”

Hingga suatu saat ketika aku punya kesempatan untuk melihat tanda yang terakhir yaitu cap kenabian ketika Rasulullah sedang mengiringi jenazah di Baqi’, kain burdah di lehernya disingkapkan sehingga aku bisa melihatnya dengan jelas… lalu aku dipanggil untuk menghadap Rasulullah, lalu aku ceritakan kisahku kepadanya seperti yang telah aku ceritakan tadi,,, kemudian aku masuk Islam, dan perbudakan menjadi penghalang bagiku untuk menyertai perang Badar dan Uhud, lalu pada suatu hari Rasulullah menitahkan padaku :

mintalah pada majikanmu agar ia bersedia membebaskanmu dengan menerima uang tebusan”

Demikianlah aku dimerdekakan oleh Allah dan hidup sebagai muslim yan bebas merdeka, serta mengambil bagian bersama Raslullah dalam perang khandaq ( parit ) dan peperangan lainnya.

Salman al-Farisi pernah tinggal bersama Abu Darda yang mempunyai kebiasaan beribadah di waktu malam dan shaum di waktu siang… Salman melarangnya keterlaluan dalam beribadah seperti itu, dengan lemah lembut ia mengatakan : “sesungguhnya kedua matamu mempunyai hak atas dirimu, demikian pula keluargamu mempunyai hak atas dirimu, disamping engkau shaum, berbukalah dan disamping melakukan sholat, tidurlah” peristiwa ini sampai ke telinga Rasulullah, maka sabdanya :

Sungguh, Salman telah dipenuhi dengan Ilmu”

Rasulullah sering memuji kecerdasan Salman serta ketinggian ilmunya, sebagaimana beliau memuji agama dan budi pekertinya yang luhur, ketika orang Anshar dan Muhajirin memperebutkannya, Rasulullah bersabda :

Salman adalah golongan kami, Ahlul Bait”

Begitulah semenjak bertemu Rasulullah dan iman kepadanya, Salman hidup sebagi seorang muslim yang merdeka, iapun mengalami kehidupan masa Khalifah Abu Bakar, Kemudian Amirul Mu’minin Umar, lalu di masa khalifah Utsman, diwaktu mana ia kembali ke hadlirat Tuhannya.

Hingga masa kejayaan, kesenangan dan kemakmuran Islam.. Salman yang tinggi jangkung dan berambut lebat yang disayangi dan dihormati oleh Rasulullah SAW, tetap bersahaja,, coab kita lihat dimana-kah Salman.???

Tampaklah oleh anda seorang tua berwibawa duduk dibawah naungan pohon, sedang asyik memanfaatkan sisa waktunya disamping berbakti untuk Negara, menganyam dan menjalin daun kurma untuk dijadikan bakul atau keranjang, nah itulah Salman…! Lihatlah kainnya yang pendek, karena amat pendeknya sampai terbuka kedua lututnya, pdahal ia seorang tua yang berwibawa, mampu dan tida berkekurangan, tunjangan yang diperolehnya tidak sedikit, antara empat sampai enam ribu setahun, tapi semua itu disumbangkannya, satu dirhampun tak diambil untuk dirinya , katanya : “ untuk bahannya kubeli daun satu dirham, lalu kuperbuat dan kujual tiga dirham, yang satu dirham kuambil untuk modal, satu dirham lagi untuk nafkah keluargaku sedang satu dirham sisanya untuk shodaqoh, seandainya Umar bin Khattab melarangku berbuat demikian, sekali-kali tiadalah akan kuhentikan!~

Kalau kita lihat latar belakang Salman Al-Farisi yang putera Persi, suatu negeri yang terkenal dengan kemewahan dan kesenangan serta hidup boros , sedang ia bukan dari golongan miskin atau bawahan tapi dari golongan berpunya dan keals tinggi, kenapa ia sekarang menolak harta, kekayaan dan kesenangan, bertahan dengan kehidupan bersahaja, tiada lebih dari satu dirham tiap harinya, yang diperoleh dari hasil jerih payahnya sendiri….????

Diriwayatkan oleh Hisyam bin Hisan dari Hasan : “ Tunjangan Salman sebanyak lima ribu sethun, ketika ia berpidato di hadapan tigapuluh ribu orang, separuh baju luarnya ( aba’ah ) dijadikan alas duduknya dan separuh lagi menutupi badannya, juika tunjangan keluar, maka dibagi-bagikanya sampai habis, sedang untuk nafkahnya dari hasil usaha kedua tangannya”

Kenapa ia melakukan perbuatan seperti itu dan amat zuhud kepada dunia?? Mari kita dengar jawabannya ketika menjelang ajalnya ,

Sa’ad bin Abi Waqqash datang menjenguknya, lalu Salman menangis, apa yang anda tangiskan, wahai Abu Abdillah ( panggilan sehari-hari Salman Al-Farisi ), padahal Rasulullah wafat dalam keadaan ridla kepada anda?? Demi Allah, ujar Salman” daku menangis bukan karena takut mati atau mengharapkemewahan dunia, hanya Rasulullah telah menyampaikan suatu pesan kepada kita, sabda-nya:

Hendaklah bagian masing-masingmu dari kekayaan dunia ini seperti bekal seorang pengendara “

Padahal harta milikku begini banyaknya.

Kata Sa’ad : “ saya perhatikan, tak ada yang tampak di sekelilingku kecuali satu piring dan sebuah baskom. Lalu kataku padanya : “ Wahai Abu Abdillah, berilah kami suatu pean yang akan kami ingat selalu darimu!” maka ujarnya:

Wahai Sa’ad! , Ingatlah Allah di kala dukamu, sedang kau derita. Dan pada putusanmu jika kamu menghukumi dan pada saat tanganmu melakukan pembagian”.

Rupanya inilah yang mengisi kalbu Salman mengenai kekayaan dan kepuasan. Yaitu pesan Rasulullah SAW, kepadanya dan kepada semua sahabatnya, agar mereka tidak dikuasi oleh dunia dan tidak mengambil bagian daripadanya, kecuali sekedar bekal seorang pengendara.

Pada hari-hari ia bertugas sebagai amir atau kepala daerah di Madain, ia menolak untuk menerima gaji sebagai amir, ia tetap mengambil nafkahnya dari hasil menganyam daun kurma, sedang pakaiannya tidak lebih dari sehelai baju luar, dalam kesederhanaan dan kesahajaannya tak berbeda dengan baju usangnya.

Pada suatu hari ketika sedang berjalan di suatu jalan raya, ia didatangi seorang laki-laki Syria yang membawa sepikul buah tin dan kurma, demi dilihat olehnya seorang laki-laki yang tampak sebagai orang biasa, ia member isyarat supaya datang kepadanya dan Salman menurut dengan patuh, “ Tolong bwakan barangku ini!” nanti akan diberi imbalan atas jerih payahnya..

Ditengah perjalanan, mereka berpapasan dengan satu rombongan, Salman member salam kepada mereka yang dijawabnya sambil berhenti: “ juga kepada amir, kami ucapkan salam”

Juag kepada amir…??? Amir mana yang mereka maksudkan?? Tanya orang Syria dalam hati, keheranannya semakin bertambah ketika dilihatnya sebagian dari anggota rombongan segera menuju beban yang dipikul oleh Salman dengan maksud hendak menggantikannya, kata mereka : “ berikanlah kepda kami wahai Amir!”.

Sekarang mengertilah orang Syria itu bahwa kuli-nya tiada lain Salman Al-Farisi, amir dari kota Madain, orang itu menjadi gugup, kata-kata penyesalan terucap, Salman menggelengkan kepala ketika orang Syria hendak menraik beban ditanganya : “Tidak, sebelum kuantarkan sampai ke tujuan

Ketika Salman ditanya orang : apa sebabnya anda tidak menyukai jabatan sebagai amir..?? jawabnya : “ karena manis waktu memegangnya tapi pahit waktu melepasnya!”

Pada ketika yang lain, seorang sahabat memasuki rumah Salman, didapatinya ia sedang duduk menggodok tepung, maka Tanya sahabat itu : kemana pelayan ? ujarnya “saya suruh untuk suatu keperluan, maka saya tak ingin ia harus melakukan dua pekerjaan sekaligus”.

Tak satupun barang berharga dalam kehidupan dunia ini yang digemari atau diutamakan oleh Salman sedikitpun, kecuali suatu barang ynag amat diharapkan dan dipentingkannya, bahkan telah dititipkan kepada istrinya untuk disimpan di tempat yang tersembunyi dan aman.

Ketika ajal akan menjemputnya,, pada pagi hari kepergiannya, dipanggilah istrinya utnuk mengambil titiapnnya dahulu, kiranya hanyalah seikat kesturi yang diperolehnyawaktu pembebasan Jalula dahulu,. Barang itu senagja disimpan untuk wangi-wangian di hari wafatnya, kemudian sang istri disuruhnya mangambil secangkir air, ditaburinya dengan kesturi, lalu kata Salman kepada istrinya: “ percikkanlah air ini ke sekelilingku… sekarang telah hadir dihadapanku makhluq Allah ( Malaikat ) yang tiada dapat makan, hanyalah gemar wangi-wangian…!!

Setelah selesai, ia berkata kepada istrinya: “ tutupkanlah pintu dan turunlah!” perintah itupun diturut oleh istrinya. Dan tak lama antaranya istrinya kembali masuk, didapatinya ruh yang beroleh berkah telah meninggalkan duinia dan berpisah dari jasadnya… ia telah mencapi alam tinggi, dibawa terbang oleh sayap kerinduan; rindu memenuhi janjinya, untuk nbertemu lagi dengan Rasulullah Muhammad SAW dan dengan kedua sahabatnya Abu Bakar dan Umar, serta tokoh-tokoh mulia lainnya dari golongan syuhada dan orang-orang utama…….

Salman…………….

Lamalah sudah terobati hati rindunya…….

Terasa puas, hapus haus hilang dahaga…..

Semoga Ridla dan Rahmat Allah Menyertainya.

Mush’ab bin Umair

Duta Islam yang pertama

Mush’ab Bin Umair…. Masuk Islam setelah terpesona mendengar untaian Ayat-ayat Suci Al-Qur’an yang dibacakan Rasulullah SAW yang langsung menemui sasaran kalbu-nya…

Masuknya Mush’ab Bin Umair ke dalam Islam menyebabkannya harus disidang dihadapan Ibu, keluarga dan petinggi-petinggi kaum Quraisy….Kegigihan luar biasa dalam kekafiran di pihak Ibu dan sebaliknya kebulatan tekad dalam mempertahankan keimanan dari pihak anak mengakibatkan perpisahan antara keduanya terjadi…sang ibu mengusirnya sambil berkata “ Pergilah sesuka hatimu, aku bukan ibumu lagi “ maka Mush’ab pun menghampiri ibunya sambil berkata, “Wahai bunda, telah ananda sampaikan nasehat kepada bunda dan ananda menaruh kasihan kepada bunda, karena itu saksikanlah bahwa tiada Tuhan melainkan Allah dan Muhammad adalah Hamba dan UtusanNya ”, Demikianlah Mush’ab meninggalkan kemewahan dan kesenangan yang dialaminya, memilih hidup miskin dan sengsara, menjadi seorang yang melarat dengan pakaian yang kasar dan usang, sehari makan dan beberapa hari menderita lapar tapi jiwanya yang telah dihiasi dengan aqidah suci dan cemerlang berkat sepuhan Nur Illahi telah merubah diri-nya menjadi seorang manusia lain, yaitu manusia yang dihormati penuh wibawa dan disegani..

Para sahabat demi melihat Mush’ab, mereka semua menundukan kepala dan memejamkan mata, sementara beberapa orang matanya basah karena duka, mereka melihat Mush’ab memakai jubah usang yang bertambal tambal, padahal sebelum masuk Islam, pakaiannya tak ubahnya bagaikan kembang ditaman berwarna-warni dan menghamburkan bau yang wangi,… hingga Rasulullah bersabda :

Dahulu Saya lihat Mush’ab ini tak ada yang mengimbangi dalam memperoleh kesenangan dari orang tuanya, kemudian di tinggalkannya semua demi cintanya kepada Allah dan Rasul-Nya”

Suatu saat Mush’ab dipilih Rasulullah SAW untuk melakukan tugas maha penting, Ia menjadi Duta atau Utusan Rasul ke Madinah untuk mengajarkan seluk beluk Agama kepada orang-orang Anshar yang telah beriman dan bai’at kepada Rasulullah di bukit Aqabah…

Dan pilihan Rasulullah ternyata tepat sekali, sesampainya di Madinah didapatinya Kamu Muslimin disana tidak lebih dari dua belas orang, yakni orang-orang yang telah bai’at di bukit Aqabah. Tetapi tiada sampai beberapa bulan kemudian, meningkatlah orang yang sama-sama memenuhi panggilan Allah dan Rasul-Nya.

Di Madinah Mush’ab tinggal sebagai tamu di rumah As’ad bin Zararah, dengan didampingi As’ad, ia pergi mengunjungi kabilah-kabilah, rumah-rumah dan tempat-tempat pertemuan, untuk membacakan ayat-ayat Kitab Suci dari Allah, menyampaikan kalimattullah “ Bahwa Allah Tuhan Maha Esa “ secara hati-hati.

Ketika sedang memberikan petuah kepada orang-orang, tiba-tiba disergap Usaid Bin Hudlair kepala suku kabilah Abdul Asyhal di Madinah. Usaid menodong Mush’ab dengan menyentakan lembingnya, bukan main marah dan murkanya Usaid, menyaksikan Mush’ab yang dianggap akan mengacau dan menyelewengkan anak buahnya dari agama mereka.

Demi melihat kedatangan Usaid Bin Hudlair yang murka bagaikan api sedang berkobar kepada orang-orang Islam yang duduk bersama Mush’ab, mereka pun merasa kecut dan takut, tetapi “Mush’ab yang baik” tetap tinggal tenang dengan air muka yang tidak berubah., seperti tenang dan mantapnya samudra dalam… laksana terang dan damainya cahaya fajar, terpancarlah ketulusan hati “Mush’ab yang baik” dan bergeraklah lidahnya mengeluarkan ucapan halus, katanya : “ kenapa anda tidak duduk dan mendengarkan dulu ? seandainya anda menyukai nanti, anda dapat menerimanya, sebaliknya jiak tidak, kami akan menghentikan apa yang tidak anda sukai itu.! Sebenarnya Usaid seorang yang berakal dan berpikiran sehat hingga terucap “sekarang saya insyaf” ujar Usaid, lalu menjatuhkan lembingnya ke tanah dan duduk mendengarkan, demi Mush’ab membacakan ayat-ayat Al Qur’an dan menguraikan da’wah yang di bawa oelh Muhammad bin Abdullah SAW, maka dada Usaid pun mulai terbuka dan bercahaya,,, beberapa lama Usaid meninggalkan mereka kemudian kembali sambil memeras air dari rambutnya, lalu berdiri sambil menyatakan pengakuannya bahwa tiada Tuhan yang Haq di ibadahi melainkan Allah dan bahwa Muhammad itu utusan Allah…..

Secepatnya berita ini tersiar hingga langkah Usaid diikuti oleh Sa’ad bin Mua’ads, Sa’ad bin Ubadah, hingga warga kota Madinah saling berdatangan dan bertanya-tanya “ kalau mereka telah masuk Islam, apalagi yang kita tunggu..??? sungguh kebernaran terpancar dari celah-celah gigi Mush’ab bin Umair.

Demikianlah Duta Rasulullah yang pertama telah mencapai hasil yang gemilang tiada taranya,,hingga tibalah saatnya pada perang Uhud, maka terpanggilah “Mush’ab yang Baik” dan pahlawan itu tampil sebagai pembawa bendera. Peperangan berkobar lalu berkecamuk dengan sengitnya, pasukan panah ternyata melanggar tidak mentaati peraturan Rasulullah, mereka meninggalkan kedudukannya di celah bukit setelah melihat orang-orang musyrikmenderita kekalahan dan mengundurkan diri. Perbuatan mereka itu secepatnya merubah suasana, hingga kemenangan Kaum Muslimin beralih menjadi kekalahan. Mush’ab bin Umair menyadari suasana gawat ini. Maka dengan diacungkannya bendera setinggi-tingginya dan bagaikan auman singa, ia bertakbir sekeras-kerasnya lalu menuju ke muka, melompat, mengelak dan berputar lalu menerkam, minatnya untuk menarik perhatian musuh kepadanya dan melupakan target mereka Rasulullah SAW, dengan demikian dirinya pribadi bagaikan membentuk barisan tentara…sungguh walaupun seorang diri tetapi Mush’ab bertempur laksana pasukan tentara besar, sebelah tangannya memegang bendera bagaikan tameng kesaktian, sedang yang sebelah lagi menebaskan pedang dengan matanya yang tajam,, tetapi musuh kian bertambah banyak juga, mereka hendak menyeberang dengan menginjak-injak tubuhnya untuk mencapai Rasulullah..

Sekarang marilah kita perhatiakn saksi mata, berkata Ibnu Sa’ad : diceritakan kepada kami oleh Ibrahim bin Muhammad bin Syurahbil al-Abdari dari bapaknya :

Mush’ab bin Umair adalah pembawa bendera di pernag Uhud. Tatkala barisan Kaum Muslimin pecah, Mush’ab bertahan pada kedudukannya. Datanglah seorang musuh berkuda, Ibnu Qumaiah namanya, lalu menebas tanganya hingga putus, sementara Mush’ab mengucapkan : Muhammad itu tiada lain hanyalah seorang Rasul, yang sebelumnya telah didahului oleh beberapa Rasul, maka dipegangnya bendera dengan tangan kirinya sambil membungkuk melindunginya.musuh pun menebas tangan kirinya itu hingga putus pula. Mush’ab membungkuk kea rah bendera, lalu dengan kedua pangkal lengan meraihnya ke dada sambil mengucapkan : Muhammad itu tiada lain hanyalah seorang Rasul, dan sebelumnya telah didahului oleh beberapa Rasul , lalu orang berkuda itu menyerangnya ketiga kali dengan tombak dan menusukkannya hingga tombak itupun patah. Mush’ab pun gugur dan bendera jatuh”

Gugurlah Mush’ab dan jatuhlah bendera….ia gugur sebagai bintang dan mahkota para syuhada..demi cintanya yang tiada terbatas kepada Rasulullah dan cemas memikirkan nasibnya nanti, ketika ia kaan pergi berlalu, setiap kali pedang jatuh menerbangkan sebelah tanganya, dihiburnya dirinya dengan ucapan : “ Muhammad itu tiada lain hanyalah seorang Rasul, dan sebelumnya telah didahului oleh beberapa Rasul” Kalimat ini yang kemudian dikukuhkan sebagai wahyu ini selalu diulang dan dibaca-nya sampai selesai, hingga akhirnya menjadi ayat Al-Quran yang selalu dibaca orang….

Usai perang, Rasulullah SAW melihat penuhnya medan laga dengan mayat para sahabat dan kawan-kawannya, masing-masing mereka baginya merupakan panji-panji ketulusan, kesucian dan cahaya, Rasulullah berdiri di depan Mush’ab bin Umair dengan pandangan mata yang pendek bagai menyelubunginya dengan kesetiaan dan kasih sayang, dibcakan ayat:

di antara orang-orang Mu’min terdapat pahlawan-pahlawan yang telah menepati janjinya dengan Allah ( Q.S 33 al-Ahzab:23 )”

Kemudian dengan mengeluh memandangi burdah yang digunakan untuk kain tutupnya, seraya bersabda :

Ketika Mekkah dulu, tak seorangpun aku lihat yang lebih halus pakaiannya dan lebih rapi rambutnya dari padamu, tetapi sekarang ini, dengan rambutmu yang kusut masai, hanya dibalut sehelai burdah “

Setelah melayangkan pandang, pandangan sayu kearah medan laga serta para syuhada kawan-kawan Mush’ab yang tergeletak diatasnya, Rasulullah bersabda :

Sungguh, Rasulullah akan menjadi saksi nanti di hari qiamat, bahwa tuan-tuan semua adalah syuhada di sisi Allah”

Kemudian sambil berpaling kearah sahabat yang masih hidup, sabdanya :

Hai manusia! Berziarahlah dan berkunjunglah kepada mereka, serta ucapkanlah salam! Demi Allah yang menguasai nyawaku, tak seorang Muslim pun sampai hari qiamat yang memberi salam kepada mereka, pasti mereka akan membalasnya “

Salam Atasmu wahai Mush’ab…..

Salam atasmu sekalian, wahai para syuhada………

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Abdullah Bin Abbas

“Kyai Umat Ini”

Ibnu Abbas serupa dengan Ibnu Zubeir bahwa mereka sama-sama menemui Rasulullah dan bergaul dengannya selagi masih becil, dan Rasulullah wafat sebelum Ibnu Abbas mencapai usia dewasa. Tetapi ia seorang lain yang di waktu kecil telah mendapat kerangka kepahlawanan dan prinsip-prinsip kehidupan dari Rasuluilah saw. yang mengutamakan dan mendidiknya serta mengajarinya hikmat yang murni. Dan dengan keteguhan iman dan kekuatan akhlaq serta melimpahnya ilmunya, Ibnu Abbas mencapai kedudukan tinggi di lingkungan tokoh-tokoh sekeliling Rasul ….

Ia adalah putera Abbas bin Abdul Mutthalib bin Hasyim, paman Rasulullah saw. Digelari “habar” atau kyahi atau lengkapnya “kyahi ummat”, suatu gelar yang hanya dapat dicapainya karena otaknya yang cerdas, hatinya yang mulia dan pengetahuannya yang luas.

Dari kecilnya, Ibnu Abbbas telah mengetahui jalan hidup yang akan ditempuhnya, dan ia lebih mengetahuinya lagi ketika pada suatu hari Rasulullah menariknya ke dekatnya selagi ia masih kecil itu dan menepuk-nepuk bahunya serta mendu’akannya: –
“Ya Allah, berilah ia ilmu Agama yang mendalam dan ajarkanlah kepadanya ta’wil”.

Kemudian berturut-turut pula datangnya kesempatan dimana Rasulullah mengulang-ulang du’a tadi bagi Abdullah bin Abbas sebagai saudara sepupunya itu …, dan ketika itu ia mengertilah bahwa ia diciptakan untuk ilmu dan pengetahuan.

Sementara persiapan otaknya mendorongnya pula dengan kuat untuk menempuh jalan ini. Karena walaupun di saat Rasulullah shallallahu alaihi wasalam wafat itu, usianya belum lagi lebih dari tiga belas tahun, tetapi sedari kecilnya tak pernah satu hari pun lewat, tanpa ia menghadiri majlis Rasulullah dan menghafalkan apa yang diucapkannya….

Dan setelah kepergian Rasulullah ke Rafiqul A’la, Ibnu Abbas mempelajari sungguh-sungguh dari shahabat-shahabat Rasul yang pertama, apa-apa yang input didengar dan dipelajarinya dari Rasulullah saw. sendiri. Suatu tanda tanya (ingin mengetahui dan ingin bertanya) terpatri dalam dirinya.

Maka setiap kedengaran olehnya seseorang yang mengetahui suatn ilmu atau menghafaikan Hadits, segeralah ia menemuinya dan belajar kepadanya. Dan otaknya yang encer lagi tidak mau puas itu, mendorongnya nntuk meneliti apa yang didengarnya.

Hingga tidak saja ia menumpahkan perhatian terhadap mengumpulkan ilmu pengetahuan semata, tapi jnga untuk meneliti dan menyelidiki sumber-sumbernya.

Pernah ia menceritakan pengalamannya: — “Pernah aku bertanya kepada tigapuluh orang shahabat Rasul shallallahu alaihi wasalam mengenai satu masalah”. Dan bagaimana keinginannya yang amat besar untuk mendapatkan sesuatu ilmu, digambarkannya kepada kita sebagai berikut: –

“Tatkala Rasulullah shallallahu alaihi wasalam wafat, kakatakan kepada salah seorang pemuda Anshar: “Marilah kita bertanya kepada shahabat Rasulullah, sekarang ini mereka hampir semuanya sedang bekumpul?”

Jawab pemuda Anshar itu:
“Aneh sekali kamu ini, hai Ibnu Abbas! Apakah kamu kira orang-orang akan membutuhkanmu, padahal di kalangan mereka sebagai kan lihat banyak terdapat shahabat Rasulullah … ?” Demikianlah ia tak mau diajak, tetapi aku tetap pergi bertanya kepada shahabat-shahabat Rasulullah.

Pernah aku mendapatkan satu Hadits dari seseorang, dengan cara kudatangi rumahnya kebetulan ia sedang tidur slang. Kubentangkan kainku di muka pintunya, lalu duduk menunggu, sementara angin menerbangkan debu kepadaku, sampai akhirnya ia bangun dan keluar mendapatiku. Maka katanya: — “Hai saudara sepupu Rasulullah, apa maksud kedatanganmu? Kenapa tidak kamu suruh saja orang kepadaku agar aku datang kepadamu?” “Tidak!” ujarku, “bahkan akulah yang harus datang mengunjungi anda! Kemudian kutanyakanlah kepadanya sebuah Hadits dan aku belajar daripadanya … !”

Demikianlah pemuda kita yang agung ini bertanya, kemudian bertanya dan bertanya lagi, lalu dicarinya jawaban dengan teliti, dan dikajinya dengan seksama dan dianalisanya dengan fikiran yang berlian. Dari hari ke hari pengetahuan dan ilmu yang dimilikinya berkembang dan tumbuh, hingga dalam usianya yang muda belia telah cukup dimilikinya hikmat dari orang-orang tua, dan disadapnya ketenangan dan kebersihan pikiran mereka, sampai-sampai Amirul Mu’minin Umar bin Khatthab radhiallahu anhu menjadikannya kawan bermusyawarah pada setiap urusan penting dan menggelarkannya “pemuda tua” … !

Pada suatu hari ditanyakan orang kepada Ibnu Abbas:
“Bagaimana anda mendapatkan ilmu ini … ?”

Jawabnya: -“Dengan lidah yang gemar bertanya, dan akal yang suka berfikir… !”
Maka dengan lidahnya yang selalu bertanya dan fikirannya yang tak jemu-jemunya meneliti, serta dengan kerendahan hati dan pandainya bergaul, jadilah Ibnu Abbas sebagai “kyahi ummat ini”.

Sa’ad bin Abi Waqqash melukiskannya dengan kalimat-kalimat seperti ini :-
Tak seorang pun yang kutemui lebih cepat mengerti, lebih tajam berfikir dan lebih banyak dapat menyerap ilmu dan lebih luas sifat santunnya dari Ibnu Abbas … ! Dan sungguh, kulihat Umar memanggilnya dalam urusan-urusan pelik, padahal sekelilingnya terdapat peserta Badar dari kalangan Muhajirin dan Anshar. Maka tampillah Ibnu Abbas menyampaikan pendapatnya, dan Umar pun tak hendak melampaui apa katanya!”

Ketika membicarakannya, Ubaidillah bin ‘Utbah berkata:-
“Tidak seorang pun yang lebih tahu tentang Hadits yang diterimanya dari Rasulullah shallallahu alaihi wasalam daripada Ibnu Abbas… !

Dan tak kulihat orang yang lebih mengetahui tentang putusan Abu Bakar, Umar dan Utsman dalam pengadilan daripadanya … ! Begitu pula tak ada yang lebih mendalam pengertiannya daripadanya ….

Sungguh, ia telah menyediakan waktu untuk mengajarkan fiqih satu hari, tafsir satu hari, riwayat dan strategi perang satu hari, syair satu hari, dan tarikh serta kebudayaan bangsa Arab satu hari ….

Serta tak ada yang lebih tahu tentang syair, bahasa Arab, tafsir -Quran, ilmu hisab dan seal pembagian pusaka daripadanya … ! Dan tidak seorang alim pun yang pergi duduk ke dekatnya kecuali hormat kepadanya, serta tidak seorang pun yang bertanya, kecuali mendapatkan jawaban daripadanya… !”

Seorang Muslim penduduk Bashrah melukiskannya pula sebagai berikut: — (Ibnu Abbas pernah menjadi gubernur di sana, diangkat oleh Ali)

“Ia mengambil tiga perkara dan meninggalkan tiga perkara ….
Menarik hati pendengar apabila ia berbicara.
Memperhatikan setiap ucapan pembicara.
Memilih yang teringan apabila memutuskan perkara.
Menjauhi sifat mengambil muka.
Menjauhi orang-orang yang rendah budi.
Menjauhi setiap perbuatan dosa.

Sebagaimana kita telah paparkan bahwa Ibnu Abbas adalah orang yang menguasai dan mendalami berbagai cabang ilmu.

Maka ia pun menjadi tepatan bagi orang-orang pang mencari ilmu, berbondong-bondong orang datang dari berbagai penjuru negeri Islam untuk mengikuti pendidikan dan mendalami ilmu pengetahuan.

Di samping ingatannya yang kuat bahkan luar biasa itu, Ibnu Abbas memiliki pula kecerdasan dan kepintaran yang Istimewa.

Alasan yang dikemukakannya bagaikan cahaya matahari, menembus ke dalam kalbu menghidupkan cahaya iman ….Dan dalam percakapan atau berdialog, tidak saja ia membuat lawannya terdiam, mengerti dan menerima alasan yang dikemukakannya, tetapi juga menyebabkannya diam terpesona, karena manisnya susunan kata dan keahliannya berbicara … !

Dan bagaimana pun juga banyaknya ilmu dan tepatnya alasan tetapi diskusi atau tukar fikiran itu … ! Baginya tidak lain hanyalah sebagai suatu slat yang paring ampuh untuk mendapatkan dan mengetahui kebenaran … !

Dan memang, telah lama ia ditabuti oleh Kaum Khawarij karena logikanya yang tepat dan tajam! Pada suatu hari ia diutus oleh Imam Ali kepada sekelompok besar dari mereka. Maka terjadilah di antaranya dengan mereka percakapan yang amat mempesona, di mana Ibnu Abbas mengarahkan pembicaraan serta menyodorkan alasan dengan cara yang menakjubkan. Dari percakapan yang panjang itu, kita cukup mengutip cupIikan di bawah ini: –

Tanya Ibnu Abbas: — “Hal-hal apakah yang menyebabkan tuan-tuan menaruh dendam terhadap Ali … ?”

Ujar mereka: -“Ada tiga hal yang menyebabkan kebencian kami padanya: –

Pertama dalam Agama Allah ia bertahkim kepada manusia, padahal Allah berfirman: ‘”Tak ada hukum kecuali bagi Allah … !’)

Kedua, ia berperang, tetapi tidak menawan pihak musuh dan tidak pula mengambil barta rampasan. Seandainya pihak lawan itu orang-orang kafir, berarti harta mereka itu halal. Sebaliknya bila mereka orang-orang beriman maka haramlah darahnya … !)

Dan ketiga, waktu bertahkim, ia rela menanggalkan sifat Amirul Mu’minin dari dirinya demi mengabulkan tuntutan lawannya. Maka jika ia sudah tidak jadi amir atau kepala bagi orang-orang Mu’min lagi, berarti ia menjadi kepala bagi orang-orang kafir… !”3)

Lamunan-lamunan mereka itu dipatahkan oleh Ibnu Abbas, katanya: — “Mengenai perkataan tuan-tuan bahwa ia bertahkim kepada manusia dalam Agama Allah, maka apa salahnya … ?

Bukankah Allah telah berfirman:
“Hai orang-orang beriman! Janganlah halian membunuh binatang buruan, sewaktu halian dalam ihram! Barang siapa di antara kalian yang membunuhnya dengan sengaja, maka hendaklah ia membayar denda berupa binatang ternak yang sebanding dengan hewran yang dibunuhnya itu, yang untuk menetapkannya diputuskan oleh dua orang yang adil di antara kalian sebagai hahimnya … !” (Q.S. 5 al-hlaidah: 95)

Nah, atas nama Allah cobalah jawab: “Manakah yang lebih penting, bertahkim kepada manusia demi menjaga darah kaum Muslimin, ataukah bertahkim kepada mereka mengenai seekor kelinci yang harganya seperempat dirham … ?”

Para pemimpin Khawarij itu tertegun menghadapi logika tajam dan tuntas itu. Kemudian “kyai ummat ini” melanjutkan bantahannya: –

“Tentang ucapan tuan-tuan bahwa ia perang tetapi tidak melakukan penawanan dan merebut harta rampasan, apakah tuan-tuan menghendaki agar ia mengambil Aisyah istri Rasulullah shallallahu alaihi wasalam dan Ummul Mu’minin itu sebagai tawanan, dan pakaian berkabungnya sebagai barang rampasan … ?”

Di sini wajah orang-orang itu jadi merah padam karena main, lain menutupi muka mereka dengan tangan …,sementara Ibnu Abbas beralih kepada soal yang ketiga katanya: –

“Adapun ucapan tuan-tuan bahwa ia rela menanggalkan sifat Amirul Mu’minin dari dirinya sampai selesainya tahkim, maka dengarlah oleh tuan-tuan apa yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasalam di hari Hudaibiyah, yakni ketika ia mengimlakkan surat perjanjian yang telah tercapai antaranya dengan orang-orang Quraisy. Katanya kepada penuiis: “Tulislah: Inilah yang telah disetujui oleh Muhammad Rasulullah … “. Tiba-tiba utusan Qnraisy menyela: ‘Demi Allah, seandainya kami mengakuimu sebagai Rasulullah, tentulah kami tidak menghalangimu ke Baitullah dan tidak pula akan memerangimu … ! Maka tulislah:

Inilah yang telah disetujui oleh Muhammad bin Abdullah … !”
Kata Rasulullah kepada mereka: “Demi Allah, sesungguhnya saya ini Rasulullah walaupun kamu tak hendak mengakuinya…”

Lalu kepada penulis surat perjanjian itu diperintahkannya:
“Tulislah apa yang mereka kehendaki! Tulis: Inilah yang telah disetujui oleh Muhammad bin Abdullah … !”

Demikianlah, dengan cara yang menarik( dan menakjubkan ini, berlangsung soal jawab antara Ibnu Abbas dan golongan Khawarij, hingga belum lagi tukar fikiran itu selesai, duapuluh ribu orang di antara mereka bangkit serentak, menyatakan kepuasan mereka terhadap keterangan-keterangan Ibnu Abbas dan sekaligus memaklumkan penarikan diri mereka dari memusuhi Imam Ali… !

Ibnu Abbas tidak saja memiliki kekayaan besar berupa ilmu pengetahuan semata, tapi di samping itu ia memiliki pula kekayaan yang lebih besar lagi, yakni etika ilmu serta akhlak para ulama. Dalam kedermawanan dan sifat pemurahnya, Ia bagaikan Imam dengan,panji-panjinya. Dilimpah-ruahkannya harta bendanya kepada manusia, persis sebagaimana ia melimpah ruahkan ilmunya kepada mereka….

Orang-orang yang sesama dengannya, pernah menceritakan dirinya sebagai berikut: — “Tidak sebuah rumah pun kita temui yang lebih banyak makanan, minuman buah-buahan, begitupun ilmu pengetahuannya dari rumah Ibnu Abbas … !”

Di samping itu ia seorang yang berhati suci dan berjiwa bersih, tidak menaruh dendam atau kebencian kepada siapa juga.
Keinginannya yang tak pernah menjadi kenyang, ialah harapannya agar setiap orang, baik yang dikenalnya atau tidak, beroleh kebaikan…!

Katanya mengenai dirinya: –
“Setiap aku mengetahui suatu ayat dari kitabullah, aku berharap kiranya semua manusia mengetahui seperti apa yang kuketahui itu … ! Dan setiap aku mendengar seorang hakim di antara hakim-hakim Islam melaksanakan keadilan dan memutus sesuatu perkara dengan adil, maka aku merasa gembira dan turut mendu’akannya …, padahal tak ada hubungan perkara antaraku dengannya … ! Dan setiap aku mendengar turunnya hujan yang menimpa bumi Muslimin, aku merasa berbahagia, padahal tidak seekor pun binatang ternakku yang digembalakan di bumi tersebut…!”

Ia seorang ahli ibadah yang tekun beribadat dan rajin bertaubat …, sering bangun di tengah malam dan shaum di waktu siang, dan seolah-olah kedua matanya telah hafal akan jalan yang dilalui oleh air matanya di kedua pipinya, karena seringnya ia menangis, balk di kala ia shalat maupun sewaktu membaca alquran ….Dan ketika ia membaca ayat-ayat alquran yang memuat berita duka atau ancaman, apalagi mengenai maut dan saat dibangkitkan, maka isaknya bertambah keras dan sedu sedannya menjadi-jadi … !

Di samping semua itu, ia juga seorang yang berani, berfikiran sehat dan teguh memegang amanat … ! Dalam perselisihan yang terjadi antara Ali dan Mu’awiyah, ia mempunyai beberapa pendapat yang menunjukban tingginya kecerdasan dan banyaknya akal serta siasatnya …. Ia lebih mementingkan perdamaian dari peperangan, lebih banyak berusaha dengan jalan lemah lembut daripada kekerasan, dan menggunahan fikiran daripada paksaan…!

Tatkala Husein radhiallahu anhu bermaksud hendak pergi ke Irak untuk memerangi Ziad dan Yazid, Ibnu Abbas menasehati Husein, memegang tangannya dan berusaha sekuat daya untuk menghalanginya. Dan tatkala ia mendengar kematiannya, ia amat terpukul, dan tidak keluar-keluar rumah karena amat dukanya.

Dan di setiap pertentangan yang timbul antara Muslim dengan Muslim tak ada yang dilakukan oleh Ibnu Abbas, selain mengacungkan bendera perdamaian, beriunak lembut dan melenyapkan kesalah-pahaman

Benar ia ikut tejun dalam peperangan di pihak Imam Ali terhadap Mu’awiyah, tetapi hal itu dilakukannya, tiada lain hanyalah sebagai tamparan keras yang wajib dilakukan terhadap penggerak perpecahan yang mengancam keutuhan Agama dan kesatuan ummat… !

Demikianlah kehidupan Ibnu Abbas, dipenuhi dunianya dengan ilmu dan hikmat, dan disebarkan di antara ummat buah nasehat dan ketaqwaannya – · · · Dan pada usianya yang ketujuhpuluh satu tahun, ia terpanggil untuk menemui Tuhannya Yang Maha Agung · – · · Maka kota Thaif pun menyaksikan perarakan besar, di mana seorang Mu’min diiringkan menuju surganya.

Dan tatkala tubuh kasamya mendapatkan tempat yang aman dalam kuburnya, angkasa bagai berguncang disebabkan gema janji Allah yang haq:

“Wahai jiwa yang aman tenteram! Kembalilah kamu kepada Tuhanmu dalam keadaan ridla dan diridlai. Maka masuklah ke dalam lingkungan hamba-Ku. Dan masuklah ke dalam surgaKu

Resiko Investasi

Sudah menjadi pertimbangan sejak pertama kali akan melakukan investasi bahwa yang harus dipikirkan tidak hanya profit yang akan didapat, tetapi juga resiko-resiko yang harus dihadapi dalam menginvestasikan dana yang kita punya, seperti terjadinya inflasi. Saat ini harga saham-saham jatuh karena dampak dari krisis di Amerika yang otomatis juga berpengaruh ke nilai investasi reksadana yang ku-invest…hiks..hiks.

Ngga kebayang, nilai investasi jatuh menjadi setengahnya…..memang sih investasi reksadana ini belum genap 1 tahun. Tapi melihat perkembangan pasar modal yang masih belum pasti, jadi bingung apakah mao dialihkan ke produk lain ataukah tetap di jalan ini. Huuuffff.

Semoga krisis ini tidak seperti tahun 1998 dulu dan semoga cepat berlalu….amien.

Asuransi Masa Tua

Satu lagi investasi yang kini kuikuti, setelah sebelumnya sudah ikut reksadana. Sebenarnya keinginan untuk investasi hari tua tuh dah terfikir sejak dari beberapa bulan yang lalu. Hanya saja, bingung mau milihnya….apakah mau ngambil DPLK ataukah asuransi. Dan karena selama ini juga belum ada yang menawari untuk ikut tabungan masa depan tersebut.

Beberapa hari yang lalu, Bu Lik menghubungiku untuk menanyakan kabar. Beliau ingin bersilaturahim ke rumah, setelah datang ke rumah..ternyata beliau menawariku untuk ikut program hari tua yang dikeluarkan oleh Manulife Financial. Beliau memberiku prospektus dan rencana masa depan dengan pembayaran premi per tahun. Ada berbagai macam jenis asuransi masa depan yang ditawarkan mulai dari Asuransi ProDana Silver 45 th, ProDana Gold 45 th, dan ProDana Platinum 45 th. Seminggu berlalu aku pelajari prospektus tersebut disertai dengan konsultasi kepada orang tua (red. Babeh).

Akhirnya dengan mengucap ”Bismillah”, aku yakinkan hati ini untuk mengambil salah satu produk asuransi masa tua tersebut yaitu ProDana Silver 45 th. Menurutku uang premi tahunan untuk ProDana Silver 45 th tersebut yang masih mampu aku jangkau (karena ada planning yang lain untuk jangka pendek dan menengah yang harus aku raih). Bila dilihat di table rencana masa tua, lumayan hasil yang didapat dari asuransi hari tua tersebut. Karena umurku masih muda, oleh karena itu harus memanfaatkan dan berfikir ke depan untuk merencanakan masa depan. Disamping itu, kita ngga tahu kapan ajal akan menjemput, sebagai bekal untuk keluarga bila penopang keluarga sudah tidak ada. Kira-kira masa selesai preminya itu akan berakhir saat umurku mencapai 40 tahun setelah itu bisa menikmati hasilnya.

Untuk calon isteriku, I do care about you, about our future….:).

Let’s the battle began

Ngga kerasa…..sudah hampir 4 tahun kuliah kujalani dan ngga nyangka tinggal 6 sks ( 2 mata kuliah) lagi yang harus diselesaikan lalu dilanjutkan dengan menyusun KKP dan tugas akhir…thanks Allah. Sedikit lagi…..ya, sedikit lagi perjuangan untuk mendapatkan gelar Sarjana Komputer akan terkabul dan terlaksana. Perjuangan yang dijalani dengan niat yang tulus agar mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi untuk membuat bangga kedua orang tuaku. Ada satu kalimat yang sering ditanamkan oleh bapak, kalimat yang akan selalu terpatri di dalam hati, kalimat yang akan terus memotivasiku agar terus mengejar cita-citaku, yaitu “Kamu harus menjadi orang yang lebih dari bapakmu, kalau bapak hanya seorang buruh kamu harus menjadi “orang” (red. Managernya), kalau kamu sama seperti bapak…yaaa siklus akan terus berulang (reinvent the wheel) dan keluarga kita ngga akan maju-maju ” . Tetapi perjuangan belum usai, impian yang selama ini kuimpikan, yaitu melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi lagi…

Satu step kini sedang kukejar untuk mewujudkan impianku tersebut (disamping mengumpulkan informasi tentang referensi Master Programme yang sudah kucari beberapa bulan ini), yaitu mengambil TOEFL Preparation di salah satu lembaga kursus. Untuk meningkatkan skill bahasa inggrisku dan untuk mengejar nilai TOEFL > 500, karena memang selama ini salah satu kendalaku yaitu bahasa inggris. Walaupun sering ceplas-ceplos berbicara bahasa inggris, tapi masih sering ngga memperhatikan grammar dan tensesnya…:).

Aku ingin seperti kakakku, pergi ke luar negeri. Hanya bedanya, kakakku pergi ke luar negeri (red. Arab) untuk bekerja di salah satu perusahaan minyak disana, sedangkan aku ingin ke luar negeri untuk meneruskan pendidikanku.

Studi di Swedia

1. Kenapa studi di Swedia?

Swedia adalah salah satu negara kaya di dunia dengan kondisi lingkungan yang relatif aman dan memiliki iklim pendidikan yang sangat mendukung semangat belajar dengan fasilitas modern, perpustakaan, dan tenaga pengajar yang berpengalaman. Penghargaan Nobel Prize yang bergengsi dianugerahkan tiap tahunnya di Stockholm Concert Hall setiap tahunnya pada bulan Desember yang kemudian dilanjutkan dengan jamuan makan di Balai Kota (Stadshuset). Siswa internasional yang belajar di Stockholm akan diundang oleh Dewan Kota Stockholm untuk menghadiri jamuan makan malam di Stadshuset pada semester pertama studi. Hal ini merupakan keistimewaan tersendiri mengingat pada hari biasa Stadshuset berfungsi sebagai objek wisata untuk umum dan ada tiket masuk tetapi tidak ada jamuan makan.

Yang paling penting dari itu semua, sampai saat ini tidak ada biaya kuliah alias GRATIS alias tidak ada tuition fee atau alias lainnya di Swedia tanpa memandang kewarganegaraan seseorang (Lihat no. 9). Hal ini memungkinkan siapa saja yang mampu berbahasa Inggris dan memiliki kemauan untuk maju dan membangun bangsa bisa merasakan kuliah di negeri orang.

2. Kapan saya bisa belajar di Swedia?

Anda bisa belajar di Swedia untuk setiap jenjang pendidikan yang diinginkan mulai dari S1, S2 atau S3.

3. Apa yang bisa saya pelajari di Swedia?

Sebagai negara maju, hampir semua bidang pendidikan tersedia di Swedia. Ilmu alam, teknik, musik, teater, bahasa, sosial politik atau ekonomi. Semua diajarkan oleh tenaga pengajar yang profesional (berdasarkan pengalaman pribadi).

4. Apakah saya harus bisa bahasa Swedia?

Secara umum Anda tidak perlu bisa berbahasa Swedia untuk bisa belajar di sini asalkan Anda memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang memadai karena hampir semua penduduk Swedia mampu berbahasa Inggris dengan baik dan banyaknya program pendidikan yang diselenggarakan dalam Bahasa Inggris. Untuk S1 tersedia beberapa program yang diadakan dalam Bahasa Inggris dan bisa dilihat di sini, program S2 banyak yang tersedia dalam Bahasa Inggris dan hampir untuk semua jurusan. Sedangkan untuk program S3 pada umumnya Anda dapat selalu menggunakan Bahasa Inggris.

Sebagai mahasiswa asing biasanya Anda bisa belajar bahasa Swedia dengan gratis di institusi anda masing – masing bila mereka mempunyai Departemen Bahasa. Pengalaman saya selama kuliah di Universitas Stockholm, dari kursus Bahasa Swedia saya juga mendapatkan kredit yang bisa dipakai untuk kelas pilihan.

5. Bagaimana saya membuktikan kemampuan berbahasa Inggris?

– Hasil tes TOEFL dengan nilai minimal 550 untuk paper-based, 213 untuk computer-based dan 79 untuk internet-based.

– Hasil tes IELTS dengan minimal overall score 6.0 dan tidak ada band dengan nilai kurang dari 5.0.

– Persyaratan ini biasanya dihapuskan bila Anda pernah mengenyam pendidikan tinggi yang menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar selama minimal 3 tahun. Dapat dibuktikan dengan surat keterangan dari Registrar.

* Note : Ini hanya panduan secara umum dan untuk keterangan lebih pasti bisa ditanyakan lebih lanjut ke institusi yang dituju.

6. Bagaimana sistem pendidikan di Swedia?

Dalam 1 tahun ajaran biasanya siswa mendapat 40 poin yang terbagi menjadi 2 semester (Spring dan Autumn Semester), masing – masing 20 poin. Terkadang ada semester pendek pada musim panas (Summer Semester) dan siswa bisa mendapatkan 10 poin. 1 poin berarti 1 minggu kegiatan belajar mengajar jadi 1 semester terdiri dari 20 minggu. Autumn semester berkisar antara akhir Agustus – akhir Januari dan Spring Semester berkisar antara akhir Januari – awal Juni.

Berbeda dengan sistem perkuliahan di tanah air dimana beberapa mata pelajaran diberikan secara paralel dalam satu semester dan kemudian ada UTS dan UAS dimana masing – masing mata pelajaran juga diujikan, Swedia menggunakan sistem seri. Dimana pada setiap waktunya siswa hanya menerima 1 mata kuliah yang besarnya bervariasi dan pada umumnya ialah 5, 10 atau 20p tetapi unit-unit dengan 3, 6, 9p jg mungkin diberikan. Ujian diberikan pada minggu terakhir biasanya pada hari Kamis atau Jumat dan pada hari Senin berikutnya siswa sudah mengikuti pelajaran lain. Hasil ujian akan diumumkan paling lambat 1 minggu dan kertas ujian biasanya akan dikembalikan sehingga siswa bisa melihat kembali hasil kerja mereka. Ujian juga tidak melulu tertulis namun bisa juga berupa karya tulis, presentasi, ataupun diskusi dalam kelompok.

Untuk sekarang ini nilai dimasukkan dalam 3 kategori, U (gagal), G (lulus), VG (lulus dengan cemerlang) tetapi ada beberapa departemen yang hanya menyatakan lulus (G) atau tidak lulus (U). Mulai tahun ajaran 2007/2008 akan diperkenankan sistem nilai yang baru yakni A, B, C, D, E, F, dan Fx dimana huruf A-E masih menyatakan lulus sedangkan F dan Fx tidak lulus.

7. Apa artinya ECTS?

Di Eropa sedang diadakan reformasi dalam bidang pendidikan untuk menstandarisasi sistem pendidikan dan juga untuk menghilangkan keterbatasan fasilitas pendidikan. ECTS yang merupakan singkatan dari European Credit Transfer and Accumulation System akan digunakan oleh institusi pendidikan yang ikut menandatangani Bologna Declaration. 1 tahun ajaran terdiri dari 60 ECTS dan 1 poin = 1,5 ECTS. Mulai tahun ajaran 2007/2008 ECTS akan digunakan secara luas dalam institusti pendidikan Swedia.

8. Gelar apa yang akan saya dapatkan?

Berkaitan dengan Bologna Process maka sistem gelar di Swedia juga akan mengikuti perkembangan di Eropa dengan formula 3+2+3. Bachelor (S1) 3 tahun, Master (S2) 2 tahun, dan Doctoral (S3) 3 tahun mulai tahun ajaran 2007/2008. Namun dalam kenyataannya masih terdapat banyak variasi lamanya program Doctoral antara 4-5 tahun dan syarat masuknya juga berbeda – beda.

Dalam dunia pendidikan Swedia, setelah 3 tahun kuliah siswa berhak mendapat gelar Kandidatexamen, setelah 4 tahun mendapat Magisterexamen (sering dianggap sebagai gelar master untuk lingkup Swedia tetapi tidak diakui secara internasional), 5 tahun kuliah mendapat Masterexamen (berdasarkan sistem yang baru ini dan merupakan gelar master yang diakui secara internasional).

Untuk tingkat S3 atau doktoral masih banyak departemen yang memiliki program selama 4 atau 5 tahun. Dan dalam sistem yang sekarang setelah melewati 2 tahun pertama akan ada semacam ujian untuk mendapatkan Licenciate Degree (licenciatexamen) dan diakhir tahun ke-4 atau ke-5 ada ujian akhir untuk mendapatkan gelar doktoral (doktorsexamen). CATATAN : Semua siswa S3 akan mendapatkan gaji dari departemen masing – masing. Dan ini pasti, jadinya tidak seperti S2 dimana Anda harus mencari beasiswa sendiri.

9. Berapa biaya yang dibutuhkan untuk kuliah di Swedia?

Sampai sekarang ini tidak ada biaya kuliah di Swedia. Namun, setiap siswa wajib menjadi anggota Organisasi Mahasiswa (Studentkår) setempat dan biayanya berkisar SEK 300 – 500 per semester (SEK 1 = Rp. 1300). Bila Anda tidak terdaftar maka nilai Anda tidak akan bisa dimasukkan dalam database universitas.

Untuk mendapatkan ijin tinggal (residence permit/ Uppehålstillstånd), Anda akan diminta untuk menunjukkan kemampuan financial sebesar SEK 7300 per bulan untuk minimal 10 bulan pertama. SEK 7300 lebih dari cukup untuk biaya akomodasi, makan, hiburan, komunikasi, dan perlengkapan kuliah dan tergantung dari gaya hidup masing – masing siswa biasanya akan ada uang sisa yang bisa disimpan. Dari laporan beberapa mantan mahasiswa biaya hidup perbulan dapat ditekan sampai dengan SEK 3000 per bulan dengan cara berbagi tempat tinggal dengan mahasiswa lain, makan masakan sendiri, dan tidak banyak pesta karena harga minuman alkohol di sini sangat mahal dan ada beberapa tempat yang mengenakan biaya masuk. Jadi mahal atau tidaknya hidup di Swedia itu tergantung Anda sendiri.

10. Apakah tersedia beasiswa?

Pada umumnya institusi pendidikan tidak menyediakan beasiswa karena tidak adanya biaya pendidikan, namun untuk menutupi tingginya biaya hidup di Swedia pemerintah Swedia memberikan beberapa paket beasiswa yang secara lengkap bisa dilihat di sini.

11. Beasiswa biasanya hanya untuk siswa berprestasi, tetapi IP saya tidak terlalu bagus bahkan cenderung memalukan. Apakah mungkin saya dapat beasiswa?

Semua orang pernah jatuh, tetapi yang penting ialah semangat untuk bangkit kembali. Biasanya dalam proses aplikasi Anda akan diminta untuk membuat sebuah karangan tentang motivasi Anda dalam mengambil program pendidikan di Swedia, apa manfaatnya untuk Anda dan untuk masyarakat di tanah air. Karangan ini biasanya berperan lebih penting dibandingkan dengan hasil belajar sebelumnya karena Swedia memiliki perhatian yang besar terhadap negara miskin dan negara berkembang seperti negara kita, Indonesia.

12. Bagaimana memperoleh akomodasi di Swedia?

Anda bisa mendaftarkan diri di SSSB untuk Stockholm dan untuk kota lainnya bisa ditanyakan kepada institusi pendidikan yang dituju. Bila mendekati keberangkatan Anda masih belum juga mendapatkan akomodasi, silahkan menghubungi saya atau pihak universitas untuk mengatur atau mempersiapkan akomodasi sementara bagi Anda.

13. Saya tidak terbiasa dengan makanan barat, apakah ada makanan Asia atau Indonesia?

Anda sebaiknya memiliki kemampuan masak minimal seperti menanak nasi atau goreng telor. Bahan – bahan makanan bisa didapatkan di supermarket, toko Oriental, atau koperasi KBRI.

14. Bagaimana cuaca di Swedia?

Pada musim dingin sekitar bulan November – Februari akan turun salju dan suhu berkisar antara -40°C di utara dan -10°C di selatan. Siapkan pakaian yang secukupnya untuk menghindari masuk angin. Memasuki bulan Maret suhu udara akan bergerak naik dan salju akan mulai mencair. Pada musim semi antara Maret dan Mei suhu akan bergerak naik sampai 20°C dan akan terus bergerak naik lebih dari 30°C pada musim panas. Suhu akan kembali turun saat memasuki bulan Agustus.

15. Apakah saya harus lapor diri setelah tiba di Swedia?

Lapor diri bukan suatu kewajiban namun sangat disarankan untuk segera melaporkan diri ke KBRI Stockholm sesegera mungkin. Dengan demikian KBRI mempunyai data yang akurat mengenai WNI yang bermukim di Stockholm dan bila sewaktu-waktu diadakan evakuasi Anda akan ikut dalam daftar. Pada waktu PEMILU maka Anda juga akan mendapat kartu suara.

16. Bagaimana saya bertemu dan berkomunikasi dengan orang Indonesia di Swedia?

Kami, warga Indonesia di Swedia, memiliki mailing list untuk berkomunikasi yang dinamakan Rumah Indonesia di yahoogroups. Melalui mailing list ini Anda akan mendapatkan informasi terkini mengenai kegiatan – kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia di Swedia baik atas dasar inisiatif pribadi, kelompok maupun KBRI.

Masyarakat Indonesia di sini juga dapat berkumpul dalam acara rutin seperti bulutangkis tiap hari Sabtu atau tenis tiap hari Jumat. Bagi Anda yang baru akan datang ke Swedia dan berminat untuk ikut serta dalam kegiatan olahraga disarankan untuk membawa perlengkapan olahraga pribadi. Biaya sewa lapangan ditanggung oleh KBRI.

17. Apakah saya bisa bekerja paruh waktu?

Pada umumnya kemampuan berbahasa Swedia diperlukan untuk mencari pekerjaan karena pengumuman lowongan pekerjaan biasanya diberikan dalam Bahasa Swedia. Namun tidak tertutup kemungkinan Anda bisa mendapatkan pekerjaan hanya dengan menggunakan Bahasa Inggris di beberapa tempat seperti Bar milik Studentkår (Studentunion) atau bila Anda memiliki koneksi orang dalam.

18. Apakah saya harus mempunyai asuransi kesehatan ?

Biaya kesehatan di Swedia sangat tinggi dan tidak akan terjangkau untuk para pelajar. Namun demikian untuk pelajar yang akan studi di Swedia lebih dari 1 tahun (365 hari), kalian berhak mendapatkan nomor penduduk Swedia (Swedish personnummer atau beberapa orang menyebutnya Social Security Number). Memiliki nomor penduduk berarti Anda sudah berada dalam sistem kehidupan di Swedia dan Anda berhak atas pengobatan yang sangat murah atau mungkin gratis, dengan perlakuan sama seperti untuk orang Swedia. Untuk mereka yang studi di AS atau di Australia seperti saya tentunya mengerti bahwa kita harus memiliki Asuransi Kesehatan terlebih dahulu sebelum memulai kuliah.

19. Lalu bagaimana cara mendapatkan Swedish personnummer?

Silahkan datang langsung ke kantor pajak terdekat (Skatteverket) dengan membawa Paspor dan Letter of Admission dari Universitas. Kemudian tanyakan kepada bagian informasi bahwa Anda ingin mendapatkan Swedish personnummer. Mereka akan memberikan detail lebih lanjut. Tidak ada pungutan biaya.

20. Apa yang bisa saya lakukan saat di waktu senggang?

Swedia adalah perpaduan yang unik antara kota tua dan modern. Bila Anda menikmati jalan-jalan di shopping mall bisa dilakukan di pusat kota dan disini ada gerai yang bernama H&M dimana pakaian yang dijual tidak terlalu mahal tetapi berkualitas dan didesain oleh orang – orang terkenal seperti Madonna (tidak nyambung ya?!). Khususnya kota Stockholm, banyak bangunan bersejarah yang sangat indah dan tua dan sangat romantis saat berjalan di tengah kota yang dibelah oleh sungai yang memantulkan cahaya matahari terbenam.

Selain itu juga Anda bisa pergi jauh sedikit dari pusat kota untuk menikmati suasana pedesaan lengkap dengan peternakan kudanya. Kalau beruntung mungkin bisa berkenalan dengan pemiliknya dan mencoba untuk menunggang kuda di alam bebas. Mungkin serasa di Puncak atau Bandung yah?!

Di musim dingin Anda bisa mencoba ice skating di alam bebas juga, tidak di dalam mall seperti di Taman Anggrek. Bila Anda punya sepatu sendiri maka bisa langsung digunakan dan tidak ada biaya tambahan untuk menggunakan lapangan. Kalau tidak punya sepatu bisa sewa seharga SEK 40 untuk satu hari. Asal jangan sampai beku di luar saja. Swedia juga terkenal dengan Northern Light (kalau tidak salah eja), yaitu suatu pemandangan berupa lintangan cahaya mungkin semacam bintang jatuh tetapi sangat terang yang bisa dilihat dari sebelah utara Swedia (Peringatan : Pakai baju setebal mungkin !! Prepare for the worst!).

Musim panas juga sangat indah disini dan sangat hangat (baju 1 lapis dijamin cukup), banyak kegiatan yang bisa dilakukan seperti berlayar, memancing atau sekedar mandi sinar matahari. Orang Swedia sangat menikmati musim panas dan untuk selengkapnya bisa Anda tanyakan kepada teman – teman Swedia setibanya Anda disini.

21. Kalau Swedia kasih pendidikan gratis. Kalau Swedia punya pendidikan bermutu tinggi. a)Kenapa kalah terkenal dengan Australia atau Amerika? b)Kenapa lantas tidak banyak orang berbondong-bondong ke Swedia?

a) Mungkin Anda juga berpikiran sama dengan banyak teman-teman yang menanyakan hal – hal tersebut dalam hati atau kepada saya. Jawab saya, bagi Australia, Amerika atau Inggris pendidikan sudah dijadikan sebagai bisnis terlebih lagi untuk orang asing. Karena itu mereka harus rajin mensosialisasikan dalam bentuk – bentuk pameran pendidikan, iklan, dan lain – lain. Namun di Swedia yang menganut sistem sosialis, pendidikan adalah hak asasi manusia tanpa memandang dari mana mereka berasal dan seseorang yang melakukan kegiatan sosial dengan tulus tentunya tidak perlu membesar-besarkan hal tersebut.

Pada kenyataannya banyak mahasiswa yang datang dari Filipina, Thailand, RRC, negara-negara Eropa timur dan banyak negara di Afrika. Mereka datang ke sini karena mereka tahu adanya pendidikan gratis dan bermutu disini. Sedangkan generasi muda kita lebih cenderung memilih gengsi dengan studi di 3 negara yang saya sebutkan di atas.

b) Ada beberapa alasan yang bisa saya kemukakan. Pertama, minimnya informasi mengenai pendidikan gratis di Swedia. Dulu banyak mahasiswa Indonesia yang ke Jerman karena berita mengenai pendidikan gratis di Jerman dikabarkan secara terus menerus oleh Goethe Institut. Sedangkan Swedia tidak memiliki lembaga semacam itu. Kedua, homesick. Banyak mahasiswa/i ataupun calon mahasiswa/i takut tidak mampu menahan rasa rindu untuk pulang kampung. Maaf ! Tidak ada gading yang tak retak. Anda harus berani berkorban. Ketiga, orang tua yang terlalu memanjakan anaknya. Takut anaknya sakit tanpa sanak saudara. Takut anaknya tidak punya teman. Takut anaknya harus masak masakan sendiri. Takut anaknya harus bersepeda atau jalan kaki untuk pergi kuliah. Dlsb. Hej orang tua ! Didiklah anakmu dengan bijaksana ! Terakhir, takut dingin. Hanya orang bodoh yang tidak dapat bertahan di musim dingin. Dengan pakaian yang cukup maka musim dingin pun terasa seperti musim panas.

22. Kayaknya saya tertarik belajar ke Swedia. Apa yang harus saya persiapkan sekarang ?

Pertama, pastikan Anda memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang memadai (lihat kembali no. 5 di atas). Bila belum mencukupi silahkan berhenti disini.

Kedua, silahkan kunjungi www.studyinsweden.se untuk mencari program pendidikan yang sesuai dengan Anda. Pihak Swedia mengklaim bahwa website ini berfungsi sebagai one-stop service untuk masalah pendidikan.

Ketiga, ikuti prosedur pendaftaran yang ditetapkan pihak Universitas atau Sekolah Tinggi. Perhatikan tanggal terakhir pendaftaran ! Bila Anda mengirimkan dokumen dari Indonesia sebaiknya yang tercatat atau gunakan jasa kurir. Biasanya bila Anda DITERIMA, satu bulan setelah pendaftaran ditutup mereka akan mengeluarkan Surat Penerimaan (Letter of Acceptance) yang di dalamnya tercantum beberapa hal penting seperti Nama Lengkap (sama dengan paspor), Tanggal Lahir, Kewarganegaraan, Program Pendidikan, Syarat Finansial, Tanggal Mulai Program.

Keempat, Letter of Acceptance adalah syarat utama untuk meminta visa. Keterangan lebih lanjut silahkan klik disini.

Kelima, pada umumnya institusi pendidikan hanya membantu mencarikan akomodasi bagi siswa yang mengikuti program pertukaran pelajar. Anda yang tidak masuk dalam kelompok ini masih bisa minta bantuan mereka tetapi tidak mendapat prioritas. Untuk akomodasi silahkan lihat kembali no. 12 di atas.

Keenam, setahu saya sampai saat ini tidak ada pesawat dari Indonesia yang langsung ke Swedia. Belum lagi, baru – baru ini Uni Eropa melarang pesawat Indonesia untuk terbang ke Eropa. Pada umumnya maskapai penerbangan mempunyai harga khusus untuk pelajar namun terbatas. Jadi, silahkan hubungi agen perjalanan terdekat setelah menerima Surat Penerimaan. Saya sendiri selalu berangkat dari Singapura dengan Thai Airways (Singapore-Bangkok-Stockholm) atau Qantas (Singapore – London – Stockholm). Thai Airways memiliki waktu perjalanan yang lebih singkat, namun Qantas memiliki menu makanan yang lebih enak dan fasilitas hiburan yang lebih dalam kabin. Saya menyarankan Anda untuk membeli tiket dari Jakarta (atau kota lain di Indonesia) ke Singapura. Kemudian dari Singapura ke Stockholm tiketnya bisa dicari dari Qantas, Zuji, atau Misa Travel.

23. Saya sudah mendapatkan visa, akomodasi, dan tiket. Siap berangkat. Apa saja yang harus saya bawa dalam bagasi yang terbatas?

– Pakaian untuk musim panas dan musim dingin.

– Seprai dan selimut (biasanya tidak disediakan pihak akomodasi)

– Makanan. Tidak perlu bawa Chiki atau Taro, tetapi silahkan bawa bumbu jadi seperti Munir atau Indofood karena mahal disini. (Lihat juga no. 13)

– Pernak – pernik. Silahkan bawa foto – foto dengan keluarga, teman atau si yayang. Lumayan untuk mengobati rindu.

– Obat – obatan. Harga obat lumayan mahal di sini dan mungkin tidak cocok dengan Anda yang biasa minum jamu (seperti saya). Tetapi saya berharap Anda tidak pernah sakit di sini.

– Komunikasi. Telepon genggam pasti semua punya, paling tidak lumayan untuk sms-an. Silahkan bawa laptop, jangan PC. Jangan lupa locker untuk laptop, walaupun Swedia aman secara umum tetapi sudah banyak imigran di sini.

– Masih ada sisa bagasi ? Terserah Anda mau di isi apa asal tidak meneror seisi pesawat.

24. Apakah ada PPI di Swedia?

Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Swedia baru ada hanya dalam bentul mailing list dan masih butuh bantuan kalian yang baru datang di Swedia untuk membawa PPI dari dunia maya ke dunia nyata.

Bagi mereka yang sudah diterima di salah satu pendidikan tinggi di Swedia silahkan bergabung dengan mailing list PPI-Swedia. Dalam mailing list ini nanti kalian bisa berkomunikasi lebih lanjut dengan pelajar yang sudah ada di Swedia dan mungkin untuk minta info tambahan yang tidak kalian dapatkan melalui tulisan saya (EST) ini.

This article is taken from : http://spk_edwin_st.blogs.friendster.com/edwin_is_here/2007/04/serbaserbi_stud.html