Mengikuti jejak mereka…

Mengapa kutulis subject tersebut, yaa..…setelah beberapa kali posting mengenai temen-temen yang resign di kantor, aku dengan berat hati mengikuti jejak mereka. Alhamdulillah diterima di salah satu perusahaan IT System Integrator di daerah Sudirman. Memang sudah menjadi impianku saat di kantor lama untuk dapat bekerja di kantor itu. Banyak ilmu yang bisa diexplore dan dipelajari sehingga dapat mengasah skill yang sesuai dengan bidangku ini. Kemarin adalah hari terakhir bekerja di Wisma Mulia, sedih rasanya meninggalkan kantor ini. Suasana yang sudah seperti keluarga, fasilitas yang lengkap, dan client-client yang menyenangkan. Aaaahhh…tak ingin rasa-nya kutinggalkan kantor itu. Tapi aku tak mau berhenti sampai disitu saja, aku ingin mengembangkan diri  lagi dan menurutku perusahaan yang baru ini dapat mengakomodasinya, karena nanti di sana aku bukan lagi sebagai developer tetapi beralih ke DBA. Bidang yang menurutku baru bagi diriku walaupun di tempat sekarang sudah mencoba belajar sebagai DBA. Mohon maaf atas segala salah dan khilaf yang telah kuperbuat kepada teman-temanku. Semoga kita tetap dapat menjalin silaturahmi walaupun sudah tidak satu kantor lagi.

Besok adalah hari pertamaku bekerja di perusahaan itu. Kantor baru, suasana baru, teman baru, aturan baru, jam kerja baru, dan ilmu baru. Semoga besok aku bisa melewati itu semua dengan lancar. Dapat beradaptasi dengan cepat dengan rekan-rekan baru karena memang sebelumnya aku sudah memiliki teman disana. Teman dimana aku menitip CV saat mencoba peruntungan melamar disana…J.

“This is not the end of the journey, but this is just another journey of life”

Puasa Enam Hari di Bulan Syawal

Salah satu dari pintu-pintu kebaikan adalah melakukan puasa-puasa sunnah. Sebagaimana yang disabdakan Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa sallam: “Maukah aku tunjukkan padamu pintu-pintu kebaikan?; Puasa adalah perisai, …” (Hadits hasan shohih, riwayat Tirmidzi). Puasa dalam hadits ini merupakan perisai bagi seorang muslim baik di dunia maupun di akhirat. Di dunia, puasa adalah perisai dari perbuatan-perbuatan maksiat, sedangkan di akhirat nanti adalah perisai dari api neraka. Dalam sebuah hadits Qudsi disebutkan, “Dan senantiasa hamba-Ku mendekatkan diri kepadaKu dengan amalan-amalan sunnah sehingga Aku mencintainya.” (HR. Bukhori: 6502)

Puasa Seperti Setahun Penuh

Salah satu puasa yang dianjurkan/disunnahkan setelah berpuasa di bulan Romadhon adalah puasa enam hari di bulan Syawal. Puasa ini mempunyai keutamaan yang sangat istimewa. Dari Abu Ayyub Al Anshori, Rosululloh bersabda, “Barangsiapa yang berpuasa Romadhon kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia seperti berpuasa setahun penuh.” (HR. Muslim no. 1164). Dari Tsauban, Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa berpuasa enam hari setelah hari raya Iedul Fitri, maka seperti berpuasa setahun penuh. Barangsiapa berbuat satu kebaikan, maka baginya sepuluh lipatnya.” (HR. Ibnu Majah dan dishohihkan oleh Al Albani dalam Irwa’ul Gholil). Imam Nawawi rohimahulloh mengatakan dalam Syarh Shohih Muslim 8/138, “Dalam hadits ini terdapat dalil yang jelas bagi madzhab Syafi’i, Ahmad, Dawud beserta ulama yang sependapat dengannya yaitu puasa enam hari di bulan Syawal adalah suatu hal yang dianjurkan.”

Dilakukan Setelah Iedul Fithri

Puasa Syawal dilakukan setelah Iedul Fithri, tidak boleh dilakukan di hari raya Iedul Fithri. Hal ini berdasarkan larangan Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan dari Umar bin Khothob, beliau berkata, “Ini adalah dua hari raya yang Rosululloh melarang berpuasa di hari tersebut: Hari raya Iedul Fithri setelah kalian berpuasa dan hari lainnya tatkala kalian makan daging korban kalian (Iedul Adha).” (Muttafaq ‘alaih)

Apakah Harus Berurutan ?

Imam Nawawi rohimahulloh menjawab dalam Syarh Shohih Muslim 8/328: “Afdholnya (lebih utama) adalah berpuasa enam hari berturut-turut langsung setelah Iedul Fithri. Namun jika ada orang yang berpuasa Syawal dengan tidak berturut-turut atau berpuasa di akhir-akhir bulan, maka dia masih mendapatkan keuatamaan puasa Syawal berdasarkan konteks hadits ini”. Inilah pendapat yang benar. Jadi, boleh berpuasa secara berturut-turut atau tidak, baik di awal, di tengah, maupun di akhir bulan Syawal. Sekalipun yang lebih utama adalah bersegera melakukannya berdasarkan dalil-dalil yang berisi tentang anjuran bersegera dalam beramal sholih. Sebagaimana Allah berfirman, “Maka berlomba-lombalah dalam kebaikan.” (Al Maidah: 48). Dan juga dalam hadits tersebut terdapat lafadz ba’da fithri (setelah hari raya Iedul Fithri), yang menunjukkan selang waktu yang tidak lama.

Mendahulukan Puasa Qodho’

Apabila seseorang mempunyai tanggungan puasa (qodho’) sedangkan ia ingin berpuasa Syawal juga, manakah yang didahulukan? Pendapat yang benar adalah mendahulukan puasa qodho’. Sebab mendahulukan sesuatu yang wajib daripada sunnah itu lebih melepaskan diri dari beban kewajiban. Ibnu Rojab rohimahulloh berkata dalam Lathiiful Ma’arif, “Barangsiapa yang mempunyai tanggungan puasa Romadhon, hendaklah ia mendahulukan qodho’nya terlebih dahulu karena hal tersebut lebih melepaskan dirinya dari beban kewajiban dan hal itu (qodho’) lebih baik daripada puasa sunnah Syawal”. Pendapat ini juga disetujui oleh Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin dalam Syarh Mumthi’. Pendapat ini sesuai dengan makna eksplisit hadits Abu Ayyub di atas.

Semoga kebahagiaan selalu mengiringi orang-orang yang menghidupkan sunnah Nabi Muhammad Shollallohu ‘alaihi wa sallam. Wallohu a’lam bish showab.

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Perkenankanlah aku mencintaiMu

Tuhanku, Aku masih ingat, saat pertama dulu aku belajar mencintaiMu, Lembar demi lembar kitab kupelajari, Untai demi untai kata para ustadz kuresapi, Tentang cinta para nabi, Tentang kasih para sahabat, Tentang mahabbah para sufi, Tentang kerinduan para syuhada.

Lalu kutanam di jiwa dalam-dalam kutumbuhkan dalam mimpi-mimpi dan idealisme yang mengawang di awan tapi Rabbii, berbilang detik, menit, jam, hari, pekan, bulan dan kemudian tahun berlalu aku berusaha mencintaiMu dengan cinta yang paling utama, tapi Aku masih juga tak menemukan cinta tertinggi untukMu, Aku makin merasakan gelisahku membadai dalam cita yang mengawang, sedang kakiku mengambang, tiada menjejak bumi hingga aku terhempas dalam jurang.

Dan kegelapan Wahai Ilahi, Kemudian berbilang detik, menit, jam, hari, pekan, bulan dan tahun berlalu Aku mencoba merangkak, menggapai permukaan bumi dan menegakkan jiwaku kembali Menatap, memohon dan menghibaMu: Allahu Rahiim, Ilaahi Rabbii, Perkenankanlah aku mencintaiMu, semampuku Allahu Rahmaan, Ilaahi Rabii Perkenankanlah aku mencintaiMu Sebisaku

Dengan segala kelemahanku Ilaahi, Aku tak sanggup mencintaiMu dengan kesabaran menanggung derita umpama Nabi Ayyub, Musa, Isa hingga Al Musthafa, Karena itu izinkan aku mencintaiMu Melalui keluh kesah pengaduanku padaMu Atas derita batin dan jasadku Atas sakit dan ketakutanku Rabbii, Aku tak sanggup mencintaiMu seperti Abu bakar, yang menyedekahkan seluruh hartanya dan hanya meninggalkan Engkau dan RasulMu bagi diri dan keluarga. Atau layaknya Umar yang menyerahkan separo harta demi jihad. Atau Utsman yang menyerahkan 1000 ekor kuda untuk syiarkan dienMu.

Izinkan aku mencintaiMu, melalui seratus-dua ratus perak yang terulur pada tangan-tangan kecil di perempatan jalan, pada wanita-wanita tua yang menadahkan tangan di pojok-pojok jembatan. Pada makanan-makanan sederhana yang terkirim ke handai taulan. Ilaahi, aku tak sanggup mencintaiMu dengan khusyuknya shalat salah seorang sahabat NabiMu hingga tiada terasa anak panah musuh terhunjam di kakinya. Karena itu Ya Allah, perkenankanlah aku tertatih menggapai cintaMu, dalam shalat yang coba kudirikan terbata-bata, meski ingatan kadang melayang ke berbagai permasalahan dunia. Robbii, aku tak dapat beribadah ala para sufi dan rahib, yang membaktikan seluruh malamnya untuk bercinta denganMu.

Maka izinkanlah aku untuk mencintaimu dalam satu-dua rekaat lailku. Dalam satu dua sunnah nafilahMu. Dalam desah napas kepasrahan tidurku. Yaa, Maha Rahman, Aku tak sanggup mencintaiMu bagai para al hafidz dan hafidzah, yang menuntaskan kalamMu dalam satu putaran malam. Perkenankanlah aku mencintaiMu, melalui selembar dua lembar tilawah harianku. Lewat lantunan seayat dua ayat hafalanku. Yaa Rahiim, Aku tak sanggup mencintaiMu semisal Sumayyah, yang mempersembahkan jiwa demi tegaknya DienMu. Seandai para syuhada, yang menjual dirinya dalam jihadnya bagiMu.

Maka perkenankanlah aku mencintaiMu dengan mempersembahkan sedikit bakti dan pengorbanan untuk dakwahMu. Maka izinkanlah aku mencintaiMu dengan sedikit pengajaran bagi tumbuhnya generasi baru. Allahu Kariim, aku tak sanggup mencintaiMu di atas segalanya, bagai Ibrahim yang rela tinggalkan putra dan zaujahnya, dan patuh mengorbankan pemuda biji matanya. Maka izinkanlah aku mencintaiMu di dalam segalanya. Izinkan aku mencintaiMu dengan mencintai keluargaku, dengan mencintai sahabat-sahabatku, dengan mencintai manusia dan alam semesta.

Allaahu Rahmaanurrahiim, Ilaahi Rabbii Perkenankanlah aku mencintaiMu semampuku. Agar cinta itu mengalun dalam jiwa. Agar cinta ini mengalir di sepanjang nadiku.

*taken from mail one message of millist that i joined*

Lelah..

Pekerjaan ini, kukerjakan sendiri
Problem ini, kukeselesaikan sendiri
Target ini, kugapai sendiri
Demi mereka, demi semua

Kubutuh kau..
Kubutuh kau untuk membagi beban ini
Kubutuh kau sebagai tempat keluh kesah ini
Kubutuh kau karena ku tak sanggup sendiri

Apa daya..
Kau hanya diam, tenggelam dalam keacuhan
Kau hanya diam, diam tanpa ucap

Ya Tuhan..
Berilah aku kekuatan
Berilah aku kesabaran

Cinta..

Dan ketika memutuskan untuk saling mengerti
Biarkan dua hati bicara tentang impian-impian, hasrat,
Kerinduan kemudian takjub…karena begitu berbeda

Sekaligus begitu serasi

Maka berjanji
Untuk menyatukan dua hati yang berbeda menjadi serasi,
Dan yang kosong dapat terisi dengan sempurna,
Serta segala impian dapat diwujudkan berdua,
Karena perbedaan bukanlah kendala,
Selagi masih bisa memakai bahasa sama, dan bahasa itu bernama
CINTA….

Renungan bagi kita semua

Sering kali aku berkata,
ketika orang memuji milikku,
bahwa sesungguhnya ini hanya titipan,
bahwa mobilku hanya titipan-Nya,
bahwa rumahku hanya titipan-Nya,
bahwa hartaku hanya titipan-Nya,
bahwa anakku hanya titipan-Nya,

tetapi,
mengapa aku tak pernah bertanya,
mengapa Dia menitipkannya padaku?
untuk apa Dia menitipkan ini padaku?
dan kalau bukan milikku,
apa yang harus kulakukan
untuk milik-Nya ini?

adakah aku memiliki hak atas
sesuatu yang bukan milikku?
mengapa hatiku justru terasa berat,
ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?
Ketika diminta kembali,
kusebut itu sebagai musibah,
kusebut itu sebagai ujian,
kusebut itu sebagai petaka,
kusebut dengan panggilan apa saja
untuk melukiskan bahwa itu adalah “derita”.

ketika aku berdoa,
kuminta titipan yang cocok
dengan hawa nafsuku,
aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak rumah,
lebih banyak popularitas,
dan kutolak sakit,
kutolak kemiskinan,

Seolah …
semua “derita” adalah hukuman
bagiku.

Seolah …
keadilan dan kasih-Nya harus
berjalan seperti matematika

aku rajin beribadah,
maka selayaknyalah derita menjauh dariku,
dan Nikmat dunia kerap menghampiriku.
kuperlakukan Dia seolah mitra dagang,
dan bukan Kekasih.

kuminta Dia membalas “perlakuan baikku”,
dan menolak keputusan-Nya yang tak sesuai keinginanku,

Gusti,
padahal tiap hari kuucapkan,
hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah…
“ketika langit dan bumi bersatu,
bencana dan keberuntungan sama saja”

by : WS Rendra

Tips Motivasi Mario Teguh

Jika anda sedang benar, jangan terlalu berani dan

bila anda sedang takut, jangan terlalu takut

karena keseimbangan sikap adalah penentu

ketepatan perjalanan kesuksesan anda.

Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita

adalah untuk mencoba, karena didalam mencoba

itulah kita menemukan dan belajar membangun

kesempatan untuk berhasil.

Anda hanya dekat dengan mereka yang anda sukai.

dan seringkali anda menghindari orang yang tidak

anda sukai, padahal dari dialah Anda mengenal

sudut pandang yang baru.

Orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi pemilik

masa lalu. Orang-orang yang masih terus belajar,

akan menjadi pemilik masa depan.

Tinggalkanlah kesenangan yang menghalangi

pencapaian kecemerlangan hidup yang di idamkan.

dan berhati-hatilah, karena beberapa kesenangan

adalah cara gembira menuju kegagalan.

Jangan menolak perubahan hanya karena anda

takut kehilangan yang telah dimiliki, karena

dengannya anda merendahkan nilai yang bisa

anda capai melalui perubahan itu.

Anda tidak akan berhasil menjadi pribadi yang baru

bila anda berkeras untuk mempertahankan cara-cara

lama anda. Anda akan disebut baru, hanya bila

cara-cara anda baru.

Ketepatan sikap adalah dasar semua ketepatan.

tidak ada penghalang keberhasilan bila sikap

anda tepat, dan tidak ada yang bisa menolong

bila sikap anda salah.

Orang lanjut usia yang berorientasi pada

kesempatan adalah orang muda yang tidak

pernah menua; tetapi pemuda yang berorientasi

pada keamanan, telah menua sejak muda.

Hanya orang takut yang bisa berani, karena

keberanian adalah melakukan sesuatu yang

ditakutinya. Maka, bila merasa takut, anda akan

punya kesempatan untuk bersikap berani.

Kekuatan terbesar yang mampu mengalahkan

stress adalah kemampuan memilih pikiran yang

tepat. Anda akan menjadi lebih damai bila yang

anda pikirkan adalah jalan keluar masalah.

Jangan pernah merobohkan pagar tanpa mengetahui

mengapa didirikan. Jangan pernah mengabaikan

tuntunan kebaikan tanpa mengetahui keburukan

yang kemudian anda dapat.

Seseorang yang menolak memberbarui cara-cara

kerjanya yang tidak lagi menghasilkan, berlaku

seperti orang yang terus memeras jerami untuk

mendapatkan santan.

Bila anda belum menemukan pekerjaan yang sesuai

dengan bakat anda, bakatilah apapun pekerjaan

anda sekarang. Anda akan tampil secemerlang

yang berbakat.

Kita lebih menghormati orang miskin yang berani

daripada orang kaya yang penakut. Karena

sebetulnya telah jelas perbedaan kualitas masa

depan yang akan mereka capai.

Jika kita hanya mengerjakan yang sudah kita

ketahui, kapankah kita akan mendapat

pengetahuan yang baru ?. Melakukan yang belum

kita ketahui adalah pintu menuju pengetahuan.

Jangan hanya menghindari yang tidak mungkin

dengan mencoba sesuatu yang tidak mungkin,

anda akan bisa mencapai yang terbaik dari

yang mungkin anda capai.

Salah satu pengkerdilan terkejam dalam hidup

adalah membiarkan pikiran yang cemerlang

menjadi budak bagi tubuh yang malas, yang

mendahulukan istirahat sebelum lelah.

Bila anda mencari uang, anda akan dipaksa

mengupayakan pelayanan yang terbaik.

tetapi jika anda mengutamakan pelayanan

yang baik, makalah anda yang akan dicari uang.

Waktu, mengubah semua hal, kecuali kita. Kita

mungkin menua dengan berjalannya waktu,

tetapi belum tentu membijak. Kita-lah yang harus

mengubah diri kita sendiri.

Semua waktu adalah waktu yang tepat untuk

melakukan sesuatu yang baik. Jangan menjadi

orang tua yang masih melakukan sesuatu yang

seharusnya dilakukan saat muda.

Tidak ada harga atas waktu, tapi waktu sangat

berharga. Memilik waktu tidak menjadikan kita

kaya, tetapi menggunakannya dengan baik

adalah sumber dari semua kekayaaan.