Pengalaman mengesankan

Baru update blog lagi niy setelah hampir dua minggu lebih berkutat dengan kerjaan dan juga jarang online. Kali ini saya mau cerita-cerita tentang pengalaman kemarin nih, pengalaman pertama kali ke pulau Kalimantan, tepatnya di Timur Kalimantan. Perjalanan dimulai ketika minggu jam 04.00 pagi hari sudah harus bangun untuk siap-siap karena pesawatnya akan berangkat sekitar jam 06.00 menggunakan layanan Garuda (duh biasanya minggu pagi tuh masih tidur..sekarang dipaksa untuk bangun lebih awal..zzzzz). Nyari taksi Blue Bird group disubuh hari disekitar kawasan rumah susah banget euy…apa karena masih daerah terpencil…hihihi. Terpaksa naik taksi “tembak”(itu hanya istilah saja kawan, untuk taksi yang tidak memakai argo) yang ngga jelas nama taksi dan kode taksinya. Alhamdulillah ngga terjadi apa-apa (pengalaman beberapa temen naik taksi yang rada2 ngga jelas bisa menyebabkan tindak kejahatan..no offense). Padahal dari kantor sudah dikasih voucher taksi biar ngga perlu mengeluarkan uang lagi…terpaksa deh. Sampe bandara sekitar jam 05.00, lalu menunggu beberapa teman yang belum datang. Setelah personil komplit semua lalu check-in ke Garuda. Pesawat meluncur dari Cengkareng menuju Sepinggan. Sebenarnya ini bukan pengalaman pertama naik pesawat, tetapi yang pertama naik maskapai Garuda. Dari service yang diberikan, two thumbs for garuda..lumayan bagus. Dapet makannya juga..hihi. Jam 09.30 WITA dah sampe di Balikpapan terlebih dahulu (lho..bukannya ke Samarinda), yaa..ya..yaa..karena di Samarinda belum ada bandara yang mendukung untuk penerbangan jenis pesawat Boeing,dkk..makanya transit di Balikpapan lalu diteruskan melalui jalur darat menggunakan mobil carteran. Perjalanan dari Balikpapan ke Samarinda ditempuh dengan waktu sekitar 3 jam lebih. Ngga salah bila Balikpapan dijuluki kota minyak karena sepanjang perjalanan di Balikpapan kota, banyak terdapat kilang-kilang minyak pertamina. Siang hari sekitar jam 14.30 sudah sampai di Samarinda dan langsung menuju hotel yang sudah dibooking sebelumnya. Barulah istirahat sampai sore. Pantas saja sering diberitakan Samarinda kebanjiran, ternyata Sungai Mahakam dengan daratan hanya berbeda tipis ketinggiannya, bila hujan lebat pasti sungai tersebut akan meluap.

Malam harinya, wisata kuliner di Samarinda dimulai(lho..ini kerja apa liburan..kekekek), malam di hari yang pertama tempat yang dituju yaitu salah satu tempat makan seafood. Katanya seafood di Samarinda terkenal enak dan ikannya diambil dari Sungai Mahakam. Setelah perut terisi oleh hewan-hewan laut, lalu langsung kembali ke hotel karena besoknya sudah harus ke office. Pagi hari, sarapan terlebih dahulu di restoran hotel setelah selesai lalu dijemput oleh mobil yang sudah disediakan. Perjalanan dari hotel menuju Binangat office di Samarinda memakan waktu sekitar 30 – 45 menit karena officenya tersebut berada di pinggir kota Samarinda. Setelah sampai di office, takjub juga karena ternyata di belakangnya terdapat Gas Plant. Hari kedua dilalui penuh di office, pulang dari Binangat sore hari sekitar jam 17.30 dan sampai hotel sekitar 18.30. Lalu mandi terlebih dahulu setelah itu langsung jalan lagi ke luar untuk makan (yang ini nih yang paling kusuka..hihihi). Kali ini tempat makan yang dituju yaitu rumah makan Djinggo (konon katanya tempat makan ini terkenal, dan salah satu penikmat kuliner, Pak Bondan pernah makan disini). Sebenarnya tidak ada yang spesial dari makanannya, hanya saja cara penyajian makanannya yang memang tidak biasa. Semua jenis makanan dan lauk-pauknya disajikan di depan meja persegi panjang lalu kita tinggal mengambil saja apa yang akan dimakan. Rumah makan ini juga sering disebut rumah makan kejujuran, karena pelayannya tidak mengawasi satu per satu orang yang makan, tetapi dari pribadi kita sendiri saat akan melakukan pembayaran. Setelah kenyang, lalu balik ke hotel untuk istirahat. Hari ketiga diawali seperti biasa, makan pagi lalu dijemput oleh driver yang sudah disediakan. Pagi sampai siang hari dilalui di Binangat Office, setelah makan siang…berhubung ruangannya dipakai untuk meeting dengan beberapa orang Vico maka terpaksa digusur…hihi. Siang itu diajak ngeliat sumur-sumurnya mulai dari yang sudah operasi sampai dengan yang masih pengeboran. Pengalaman yang berharga, baru kali ini euy ngeliat sumur minyak (seringnya ngeliat sumur air…huehue). Sempet foto-foto juga di rig,gas plant, oil plant, dan di beberapa sumurnya (narsis mode : ON). Setelah puas sampe sore lalu kembali lagi ke office. Setelah sampai di office, istirahat beberapa saat setelah itu lalu balik menuju hotel. Dalam perjalanan menuju hotel, hujan sangat lebat mengguyur jalanan dan seperti bukan rahasia umum lagi..air menggenang di beberapa titik jalan sehingga menyebabkan kemacetan (kaya di jakarta ajah..). Hari terakhir di Samarinda, rencana penerbangan jam 17.40, paginya disempatkan ke office untuk membuat report yang akan dilaporkan ke field manager disana setelah itu pamitan ke segenap karyawan disana. Siang hari sudah harus meninggalkan office, menuju Balikpapan…tidak lupa untuk menyempatkan diri membeli buah tangan di pinggir jalan di sekitar tepian sungai Mahakam. Sampai bandara Sepinggan sekitar pukul 17.00, lalu buru-buru check-in setelah itu menunggu pesawatnya. Perjalanan memakan waktu 1 jam 40 menit dan sampai di Cengkareng pukul 19.10, langsung menuju rumah masing-masing..:D.

Pengalaman yang indah, pengalaman yang tak terlupakan..semoga ke depannya akan ada pengalaman baru yang lebih menantang.

  1. Cacad ……..

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: