Jakarta…oh Jakarta : Part 1

Ini Jakarta Bung, salah satu slogan yang sering terdengar dari orang-orang yang tinggal di dalamnya. Jakarta, kota zombie yang selalu hidup 24 jam nonstop. Jakarta, kerasnya kehidupan di kota ini, banyak orang yang mencoba peruntungan mencari sesuap nasi dan segenggam berlian mulai dari pedangan asongan, opisboy, pengamen, eksekutif muda, sampai dengan pekerjaan-pekerjaan criminal seperti pencopetan, penodongan,dll. Tindak kejahatan meningkat dengan adanya aktifitas yang sibuk baik dipagi hari maupun di sore hari.

Ya..ya..ya, kenapa saya menulis seperti diatas, sudah hamper 2 kali (dalam sebulan ini) hampir kecopetan di bus yang biasa ditumpangi. What the heck…2 kali ?. Yup, alhamdulillah belum sampai ada yang hilang (semoga saja ngga mengalaminya lagi). Pertama itu kejadiannya sekitar 2 minggu yang lalu ketika berangkat kerja ke Selatan Jakarta, naik bus di Slipi dengan kondisi yang sangat crowded, ketika sedang asyik berdiri di bus angkutan massa (red. PPD 446) seperti patung yang membeku dengan tubuh yang berdesak-desakan dengan penumpang lain. Tanpa sadar sepertinya ada yang merogoh kantong celana, dengan reaksi yang gesit maka tangan ini langsung menampar tangan pencopet itu. Saya coba melihat copet tersebut dengan tatapan sangar (gaya…padahal ada rasa takut juga…huehuehue) dan pencopetnya langsung minta maaf (untung ngga saya teriaki coopppeett). Yo wes…melupakan kejadian yang pernah dialami itu.

Ternyata kejadian serupa terulang lagi ketika pulang kerja akan menuju ke kampus di daerah barat Jakarta. Alhamdulillah ngga ada barang ataupun uang yang diambil. Kejadian kedua itu terjadi di bus yang memang kata orang dijuluki bus yang banyak copetnya (red. Metromini 640). Bila copet yang pertama itu beraksi hanya sendiri saja, kemarin itu copetnya bergerombol sekitar 3 atau 4 orang. Modus yang digunakan untuk melakukan tindakan kriminal itu dengan cara memepet korbannya, yang satu mengalihkan perhatian korban dan yang lain yaitu menggerayangi. Yap, musti harus waspada dan siaga terhadap apa yang terjadi di lingkungan sekitar. Lebih aware terhadap segala gerak-gerik yang mencurigakan, karena kejahatan terjadi tidak hanya karena ada niat pelakunya tetapi juga karena ada kesempatan…jadi waspadalah..waspadalah…

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: