Happy Birthday to Me

Tidak terasa dua puluh empat tahun sudah berlalu menjalani kehidupan di dunia ini. Sujud syukurku yang tak terhingga kupersembahkan kepada-Mu ya Rabb yang telah memberikan segala nikmat yang ada, mulai dari nikmat Iman, Islam, nikmat sehat wal afiat.

Tidak terasa dua puluh empat tahun berlalu, banyak kisah dan kenangan saat masa kecil hingga sampai aku besar. Terimakasih kupersembahkan kepada Bapak dan Ibu yang dengan gigih dan telaten membesarkanku, mengajarkanku tentang arti kehidupan, selalu sabar dalam menasehatiku yang bandel ini..:). Bapak , sudah lebih dari tiga puluh tahun yang lalu bekerja mencari nafkah untuk keluarga hingga saat ini telah pensiun. Banyak pelajaran tentang kehidupan yang aku petik dari beliau, bagaimana kegigihan beliau dari saat muda merantau ke Jakarta, mencoba mengadu nasib ke Jakarta yang konon merupakan “surga pekerjaan”. I proud to you Dad. Ibu yang sampai saat ini masih terus berjuang mencari nafkah dengan berjualan di rumah ini. Ibu yang sedari dini hari sudah bangun untuk berbelanja ke pasar demi “mengebulkan” dapur kami. Bu, I’m loving you for your lovingkindness, your endurance, your strength.

Tidak terasa dua puluh empat tahun berlalu, banyak kenangan yang terpatri di dalam hati ini dengan kedua saudaraku. My Brother and my little brother, I’ll never forgett all of you Bro. I proud to you Big Brother, you can be a sample of your success story for me and babeh (nick name for my little brother). Hope I can follow your success story, work or continue my study in oversease. Masih terngiang di memoryku, saat kecil dulu kita sering sekali berantem karena masalah sepele. Memang karena keegoisanku sendiri yang tidak suka jail dan egois..hehehe. And for my Little Brother, walaupun kamu bandel…but your still my little brother..hehehe. Belajar..belajar..belajar, jangan main terus dan kalau dinasehati tuh nurut…:).

Tidak terasa dua puluh empat tahun berlalu, banyak teman yang menghiasi kehidupanku ini. Mulai dari teman masa kecil, teman sekolah dahulu, teman kerja, teman main sekitar rumah. Teman sejati, tidak saja menemani saat senang tetapi ikut memberi support dan dukungan saat seorang temannya mengalami kesulitan. Teman sejati, selalu perduli terhadap temannya. Thanks for all of you my friends. I proud to be your friends.

Tidak terasa dua puluh empat tahun terlah berlalu, semoga aku menjadi lebih baik lagi dalam segala hal. Banyak cita-cita dan keinginan yang harus kukejar untuk meraihnya. Semangaatttt….

PS : Thanks for you that’s express birthday to me, I’ll never forget.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: