Ibu Tua di jembatan penyebrangan

Beberapa pekan ini hujan mengguyur Jakarta baik di pagi hari atau sore hari. Pagi yang dingin kulalui dengan hawa yang menusuk tubuh. Kupaksa bangun ketika subuh belum berkumandang karena sudah harus bersiap-siap untuk berangkat kerja. Tiap hari bus jemputan yang mengantar ke tempat tujuan sudah menunggu. Ya, bus Patas non AC dengan nomor 77 itu sudah berjasa kepadaku..Sudah lebih dari 4 tahun aku menggunakan jasa bus tersebut untuk mengantarku ke tempat kerja. Walaupun di tempat kerja sekarang route yang harus kulalui lebih jauh karena harus berganti bus. Tetapi aku tetap setia dan tidak bisa berpindah ke lain bus lain (karena memang itu satu-satunya trayek yang melewati tujuanku).

Tiap hari kulalui salah satu jembatan di daerah Kuningan (Gatot Subroto). Setiap melewati jembatan tersebut kulihat seorang ibu sudah berjongkok di tepi jembatan dengan wajah yang lusuh dan letih.Entah sudah sejak pukul berapa ibu tersebut sudah duduk di jembatan tersebut, tetapi yang pasti setiap aku melewati jembatan tersebut ibu itu sudah ada pada posisinya. Kulit tubuhnya yang sudah keriput menutupi wajah tegarnya yang menyimpan beban hidup yang berat. Pagi itu hujan sudah mengguyur dengan lebatnya, hanya dengan berjubahkan plastik putih bening yang membungkus badannya yang kurus beliau duduk termenung menahan dinginnya udara dingin pagi hari ibukota.

Aku hanya bisa termenung dan terharu, bingung harus berbuat dan bertindak apa karena saat itu tujuanku memang akan ke tempat kerja yang beberapa ratus meter akan sampai dengan menyebrang jembatan tersebut. Ku hanya bisa memberikan beberapa rejeki yang ada di kantong sakuku, Bu…hanya ini yang bisa kuberikan kepadamu…semoga ini bermanfaat untukmu. Entah apakah Ibu tersebut sudah tidak mempunyai saudara atau keluarga di jakarta ini. Kupanjatkan doa kepada Rabb yang kupersembahkan untuk Ibu tersebut :

“Ya Rabb, berikanlah kekuatan dan ketegaran kepada ibu untuk dapat menjalani hidup ini dengan tabah dan sabar. Ya Rabb, berikanlah ia cobaan sesuai dengan kemampuan yang dapat ia bebankan seperti dalam firman-Mu.

“Allah tidak akan memberikan cobaan kepada seseorang melebihi dari kemampuan seseorang tersebut”.

Tangerang, 02 Maret 2008

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: