Posted by: tarianpena on: June 29, 2009
Dan ketika memutuskan untuk saling mengerti
Biarkan dua hati bicara tentang impian-impian, hasrat,
Kerinduan kemudian takjub…karena begitu berbeda
Sekaligus begitu serasi
Maka berjanji
Untuk menyatukan dua hati yang berbeda menjadi serasi,
Dan yang kosong dapat terisi dengan sempurna,
Serta segala impian dapat diwujudkan berdua,
Karena perbedaan bukanlah kendala,
Selagi masih bisa memakai bahasa sama, dan bahasa itu bernama
CINTA….
Posted by: tarianpena on: May 14, 2009
Sering kali aku berkata,
ketika orang memuji milikku,
bahwa sesungguhnya ini hanya titipan,
bahwa mobilku hanya titipan-Nya,
bahwa rumahku hanya titipan-Nya,
bahwa hartaku hanya titipan-Nya,
bahwa anakku hanya titipan-Nya,
tetapi,
mengapa aku tak pernah bertanya,
mengapa Dia menitipkannya padaku?
untuk apa Dia menitipkan ini padaku?
dan kalau bukan milikku,
apa yang harus kulakukan
untuk milik-Nya ini?
adakah aku memiliki hak atas
sesuatu yang bukan milikku?
mengapa hatiku justru terasa berat,
ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?
Ketika diminta kembali,
kusebut itu sebagai musibah,
kusebut itu sebagai ujian,
kusebut itu sebagai petaka,
kusebut dengan panggilan apa saja
untuk melukiskan bahwa itu adalah “derita”.
ketika aku berdoa,
kuminta titipan yang cocok
dengan hawa nafsuku,
aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak rumah,
lebih banyak popularitas,
dan kutolak sakit,
kutolak kemiskinan,
Seolah …
semua “derita” adalah hukuman
bagiku.
Seolah …
keadilan dan kasih-Nya harus
berjalan seperti matematika
aku rajin beribadah,
maka selayaknyalah derita menjauh dariku,
dan Nikmat dunia kerap menghampiriku.
kuperlakukan Dia seolah mitra dagang,
dan bukan Kekasih.
kuminta Dia membalas “perlakuan baikku”,
dan menolak keputusan-Nya yang tak sesuai keinginanku,
Gusti,
padahal tiap hari kuucapkan,
hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah…
“ketika langit dan bumi bersatu,
bencana dan keberuntungan sama saja”
by : WS Rendra
Posted by: tarianpena on: April 6, 2009
Jika anda sedang benar, jangan terlalu berani dan
bila anda sedang takut, jangan terlalu takut
karena keseimbangan sikap adalah penentu
ketepatan perjalanan kesuksesan anda.
Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita
adalah untuk mencoba, karena didalam mencoba
itulah kita menemukan dan belajar membangun
kesempatan untuk berhasil.
Anda hanya dekat dengan mereka yang anda sukai.
dan seringkali anda menghindari orang yang tidak
anda sukai, padahal dari dialah Anda mengenal
sudut pandang yang baru.
Orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi pemilik
masa lalu. Orang-orang yang masih terus belajar,
akan menjadi pemilik masa depan.
Tinggalkanlah kesenangan yang menghalangi
pencapaian kecemerlangan hidup yang di idamkan.
dan berhati-hatilah, karena beberapa kesenangan
adalah cara gembira menuju kegagalan.
Jangan menolak perubahan hanya karena anda
takut kehilangan yang telah dimiliki, karena
dengannya anda merendahkan nilai yang bisa
anda capai melalui perubahan itu.
Anda tidak akan berhasil menjadi pribadi yang baru
bila anda berkeras untuk mempertahankan cara-cara
lama anda. Anda akan disebut baru, hanya bila
cara-cara anda baru.
Ketepatan sikap adalah dasar semua ketepatan.
tidak ada penghalang keberhasilan bila sikap
anda tepat, dan tidak ada yang bisa menolong
bila sikap anda salah.
Orang lanjut usia yang berorientasi pada
kesempatan adalah orang muda yang tidak
pernah menua; tetapi pemuda yang berorientasi
pada keamanan, telah menua sejak muda.
Hanya orang takut yang bisa berani, karena
keberanian adalah melakukan sesuatu yang
ditakutinya. Maka, bila merasa takut, anda akan
punya kesempatan untuk bersikap berani.
Kekuatan terbesar yang mampu mengalahkan
stress adalah kemampuan memilih pikiran yang
tepat. Anda akan menjadi lebih damai bila yang
anda pikirkan adalah jalan keluar masalah.
Jangan pernah merobohkan pagar tanpa mengetahui
mengapa didirikan. Jangan pernah mengabaikan
tuntunan kebaikan tanpa mengetahui keburukan
yang kemudian anda dapat.
Seseorang yang menolak memberbarui cara-cara
kerjanya yang tidak lagi menghasilkan, berlaku
seperti orang yang terus memeras jerami untuk
mendapatkan santan.
Bila anda belum menemukan pekerjaan yang sesuai
dengan bakat anda, bakatilah apapun pekerjaan
anda sekarang. Anda akan tampil secemerlang
yang berbakat.
Kita lebih menghormati orang miskin yang berani
daripada orang kaya yang penakut. Karena
sebetulnya telah jelas perbedaan kualitas masa
depan yang akan mereka capai.
Jika kita hanya mengerjakan yang sudah kita
ketahui, kapankah kita akan mendapat
pengetahuan yang baru ?. Melakukan yang belum
kita ketahui adalah pintu menuju pengetahuan.
Jangan hanya menghindari yang tidak mungkin
dengan mencoba sesuatu yang tidak mungkin,
anda akan bisa mencapai yang terbaik dari
yang mungkin anda capai.
Salah satu pengkerdilan terkejam dalam hidup
adalah membiarkan pikiran yang cemerlang
menjadi budak bagi tubuh yang malas, yang
mendahulukan istirahat sebelum lelah.
Bila anda mencari uang, anda akan dipaksa
mengupayakan pelayanan yang terbaik.
tetapi jika anda mengutamakan pelayanan
yang baik, makalah anda yang akan dicari uang.
Waktu, mengubah semua hal, kecuali kita. Kita
mungkin menua dengan berjalannya waktu,
tetapi belum tentu membijak. Kita-lah yang harus
mengubah diri kita sendiri.
Semua waktu adalah waktu yang tepat untuk
melakukan sesuatu yang baik. Jangan menjadi
orang tua yang masih melakukan sesuatu yang
seharusnya dilakukan saat muda.
Tidak ada harga atas waktu, tapi waktu sangat
berharga. Memilik waktu tidak menjadikan kita
kaya, tetapi menggunakannya dengan baik
adalah sumber dari semua kekayaaan.
Posted by: tarianpena on: March 31, 2009
Duh, tiap kali posting masa ngabarin temen yang resign lagi siy…tapi memang itu berita yang sangat menyedihkan..hiks..hiks. Dua orang temen cabut lagi, pindah ke tempat yang baru (semoga lebih baik dari yang sekarang Vick and Ndri). Victor pindah ke Smart Tbk dan Endri pindah ke perusahaan Outsourcing gitu. Aneh juga yaah, padahal lagi krisis global gini, masih aja banyak yang nyari tenaga baru…J.
Pengen pindah tapi masih betah di tempat ini dan masih ada project yang harus diselesaikan. ”Bukan loyal kepada perusahaan, tetapi professional pada pekerjaan”, thats my motto…hihihi. Walaupun sempat beberapa kali dapet tawaran tapi masih belum pengen pindah. Perpisahan kemarin itu jalan-jalan ke Bandung euy, hanya beberapa orang saja siy yang ikut (hepigroup), lumayan bisa wisata kuliner ke bandung. Menikmati suasana mall Paris Van Java….jalan-jalan ke Cihampelas, lunch di Ampera restoran (kata orang, ke Bandung kalo ngga mampir ke resto ini belum bisa dibilang ke bandung…hihihi), dinner di The Valley (kawasan dago atas) muantab bangedddd pemandangannyah. Tidak lupa esoknya breakfast di Lembang (dingin eeuuyyy), menikmati susu sapi murni yang langsung diambil dari sumbernya..:)). Tidak lupa membawa oleh-oleh khas Bandung yang udah terkenal itu. (red. Kartika Sari and Brownies Amanda).
Posted by: tarianpena on: February 21, 2009
Hiks..hiks..sedih banget. Rabu kemarin satu lagi rekan kerja yang mengundurkan diri. Lebih tepatnya sih memutuskan untuk tidak memperpanjang kontraknya. Yep karena semua karyawan mulai dari Director sampai dengan OB statusnya yaitu Kontrak abadi. Posisinya sendiri yaitu Manager. Padahal beliau bisa dianggap senior karena salah seorang yang sudah ada sejak awal perusahaan berdiri. Bulan lalu juga anak buahnya mengundurkan diri, karena dapet tawaran yang lebih baik di luar. Jadi bingung,ada apakah gerangan..?. Sepertinya banyak yang mao cabut (mencari kerja lagi diluar).
Ada apa dengan semua ini…ada apa dengan management yang ada sekarang. Tidak salah sih mendapatkan tawaran yang lebih baik. Tetapi bila semua pegawai berbondong-bondong ingin resign, jadi ada kejanggalan…
Jalani sajalah kerjaan yang ada, selesaikan project yang sedang dan akan berjalan. Karena saat ini sedang enjoy-enjoynya dalam implementasi project. Disamping itu Boss besar ngasih tantangan euy untuk mempelajari Mobile Programming for Blackberry. Wew, boleh juga tawarannya untuk mempelajari Mobile Programming khususnya bermain-main dengan Blackberry. Dokumentasi tentang itu sih sudah diberikan, Wireless Toolkit, Netbeans, Sun Java ME SDK, dan Apache Tomcat. Yang masih kurang itu Java SDK sama Library dari Blackberry. Makanya sekarang lagi download itu…hehehe.
Conclusion for me is :
Make relationship with clients and prove it that I can do the best for the clients. Then the client will give the reference for me about my work.
Posted by: tarianpena on: January 26, 2009
Ngga nyangka euy, 3 bulan belajar les TOEFL Preparation bisa tembus score 5xx. Memang sih itu hanya prediction test doank, tapi dengan
melihat perkembangan 3 bulan les dan disamping itu juga belajar dari buku-buku kaya Longmann, Barron,
and Kaplan bisa bikin peningkatan dalam mengerjakan soal-soal TOEFL, terutama di Listening and Structure. Ngga tahu apakah memang lembaganya yang bagus, teachernya yang oke punya, atau sayanya sendiri yang rajin belajarnya (hihihi..GR mode :ON).
Disamping itu, saya juga membaca dan menerapkan cara belajar panduan belajar TOEFL karya Pak Ahmad Syamil. Dan sepertinya metode belajar yang Pak Syamil berikan di panduan tersebut cocok dan sesuai dengan saya (credit point to Pak Syamil)..hehehe.
Jadi tambah semangat untuk terus belajar dan belajar untuk mengambil test TOEFL yang sebenarnya dan meraih score yang diimpikan..semaanggaatttt.
Thanks God, this is not the end but this is the beginning and one step closer for the dream that i want to reach.
Hope my dream come true.
Posted by: tarianpena on: December 28, 2008
Baru update blog lagi niy setelah hampir dua minggu lebih berkutat dengan kerjaan dan juga jarang online. Kali ini saya mau cerita-cerita tentang pengalaman kemarin nih, pengalaman pertama kali ke pulau Kalimantan, tepatnya di Timur Kalimantan. Perjalanan dimulai ketika minggu jam 04.00 pagi hari sudah harus bangun untuk siap-siap karena pesawatnya akan berangkat sekitar jam 06.00 menggunakan layanan Garuda (duh biasanya minggu pagi tuh masih tidur..sekarang dipaksa untuk bangun lebih awal..zzzzz). Nyari taksi Blue Bird group disubuh hari disekitar kawasan rumah susah banget euy…apa karena masih daerah terpencil…hihihi. Terpaksa naik taksi “tembak”(itu hanya istilah saja kawan, untuk taksi yang tidak memakai argo) yang ngga jelas nama taksi dan kode taksinya. Alhamdulillah ngga terjadi apa-apa (pengalaman beberapa temen naik taksi yang rada2 ngga jelas bisa menyebabkan tindak kejahatan..no offense). Padahal dari kantor sudah dikasih voucher taksi biar ngga perlu mengeluarkan uang lagi…terpaksa deh. Sampe bandara sekitar jam 05.00, lalu menunggu beberapa teman yang belum datang. Setelah personil komplit semua lalu check-in ke Garuda. Pesawat meluncur dari Cengkareng menuju Sepinggan. Sebenarnya ini bukan pengalaman pertama naik pesawat, tetapi yang pertama naik maskapai Garuda. Dari service yang diberikan, two thumbs for garuda..lumayan bagus. Dapet makannya juga..hihi. Jam 09.30 WITA dah sampe di Balikpapan terlebih dahulu (lho..bukannya ke Samarinda), yaa..ya..yaa..karena di Samarinda belum ada bandara yang mendukung untuk penerbangan jenis pesawat Boeing,dkk..makanya transit di Balikpapan lalu diteruskan melalui jalur darat menggunakan mobil carteran. Perjalanan dari Balikpapan ke Samarinda ditempuh dengan waktu sekitar 3 jam lebih. Ngga salah bila Balikpapan dijuluki kota minyak karena sepanjang perjalanan di Balikpapan kota, banyak terdapat kilang-kilang minyak pertamina. Siang hari sekitar jam 14.30 sudah sampai di Samarinda dan langsung menuju hotel yang sudah dibooking sebelumnya. Barulah istirahat sampai sore. Pantas saja sering diberitakan Samarinda kebanjiran, ternyata Sungai Mahakam dengan daratan hanya berbeda tipis ketinggiannya, bila hujan lebat pasti sungai tersebut akan meluap.
Malam harinya, wisata kuliner di Samarinda dimulai(lho..ini kerja apa liburan..kekekek), malam di hari yang pertama tempat yang dituju yaitu salah satu tempat makan seafood. Katanya seafood di Samarinda terkenal enak dan ikannya diambil dari Sungai Mahakam. Setelah perut terisi oleh hewan-hewan laut, lalu langsung kembali ke hotel karena besoknya sudah harus ke office. Pagi hari, sarapan terlebih dahulu di restoran hotel setelah selesai lalu dijemput oleh mobil yang sudah disediakan. Perjalanan dari hotel menuju Binangat office di Samarinda memakan waktu sekitar 30 – 45 menit karena officenya tersebut berada di pinggir kota Samarinda. Setelah sampai di office, takjub juga karena ternyata di belakangnya terdapat Gas Plant. Hari kedua dilalui penuh di office, pulang dari Binangat sore hari sekitar jam 17.30 dan sampai hotel sekitar 18.30. Lalu mandi terlebih dahulu setelah itu langsung jalan lagi ke luar untuk makan (yang ini nih yang paling kusuka..hihihi). Kali ini tempat makan yang dituju yaitu rumah makan Djinggo (konon katanya tempat makan ini terkenal, dan salah satu penikmat kuliner, Pak Bondan pernah makan disini). Sebenarnya tidak ada yang spesial dari makanannya, hanya saja cara penyajian makanannya yang memang tidak biasa. Semua jenis makanan dan lauk-pauknya disajikan di depan meja persegi panjang lalu kita tinggal mengambil saja apa yang akan dimakan. Rumah makan ini juga sering disebut rumah makan kejujuran, karena pelayannya tidak mengawasi satu per satu orang yang makan, tetapi dari pribadi kita sendiri saat akan melakukan pembayaran. Setelah kenyang, lalu balik ke hotel untuk istirahat. Hari ketiga diawali seperti biasa, makan pagi lalu dijemput oleh driver yang sudah disediakan. Pagi sampai siang hari dilalui di Binangat Office, setelah makan siang…berhubung ruangannya dipakai untuk meeting dengan beberapa orang Vico maka terpaksa digusur…hihi. Siang itu diajak ngeliat sumur-sumurnya mulai dari yang sudah operasi sampai dengan yang masih pengeboran. Pengalaman yang berharga, baru kali ini euy ngeliat sumur minyak (seringnya ngeliat sumur air…huehue). Sempet foto-foto juga di rig,gas plant, oil plant, dan di beberapa sumurnya (narsis mode : ON). Setelah puas sampe sore lalu kembali lagi ke office. Setelah sampai di office, istirahat beberapa saat setelah itu lalu balik menuju hotel. Dalam perjalanan menuju hotel, hujan sangat lebat mengguyur jalanan dan seperti bukan rahasia umum lagi..air menggenang di beberapa titik jalan sehingga menyebabkan kemacetan (kaya di jakarta ajah..). Hari terakhir di Samarinda, rencana penerbangan jam 17.40, paginya disempatkan ke office untuk membuat report yang akan dilaporkan ke field manager disana setelah itu pamitan ke segenap karyawan disana. Siang hari sudah harus meninggalkan office, menuju Balikpapan…tidak lupa untuk menyempatkan diri membeli buah tangan di pinggir jalan di sekitar tepian sungai Mahakam. Sampai bandara Sepinggan sekitar pukul 17.00, lalu buru-buru check-in setelah itu menunggu pesawatnya. Perjalanan memakan waktu 1 jam 40 menit dan sampai di Cengkareng pukul 19.10, langsung menuju rumah masing-masing..:D.
Pengalaman yang indah, pengalaman yang tak terlupakan..semoga ke depannya akan ada pengalaman baru yang lebih menantang.
Posted by: tarianpena on: December 13, 2008
Samarinda, here I came…besok pagi ke Samarinda euy. On duty implementasi Finance and Accounting system dari salah satu client yang menggunakan aplikasi keuangan. Rencananya di Samarinda selama 4 hari, berangkat dari Jakarta jam 06.10 pagi naik Garuda dan pulang dari sana itu Rabu pagi (belum tahu waktunya). Karena di Samarinda belum memiliki bandara, yaa transit dulu di Balikpapan lalu dilanjutkan menggunakan jalan darat ke Samarinda. Sayangnya kamera ngga bisa dibawa…hiks..hiks. Sudah dibooking duluan sama Bibi, karena beliau minggu besok mao ada acara ke Taman Bunga. Niatnya mau hunting pesona keindahan Samarinda, jadi gagal deh. No problem lah, yang penting tugas harus diajalankan dengan penuh semangat.
Bingung mo packingnya, mao bawa apa aja yah. Males kalo terlalu banyak bawa-bawa barang, tapi yang pasti sih Notebook harus ikut serta menemani perjalanan karena disana juga pasti harus stand by mantau email yang masuk dan selama masih bisa connect ke jaringan internal yaaa tetep harus kerja and support. Hhhmm..semoga perjalanannya lancar dan selamat sampai tujuan, disana tidak ada trouble danjuga saat pulangnya kembali dengan selamat.
Ada yang tau oleh-oleh khas Samarinda…:D
Posted by: tarianpena on: December 5, 2008
Ini Jakarta Bung, salah satu slogan yang sering terdengar dari orang-orang yang tinggal di dalamnya. Jakarta, kota zombie yang selalu hidup 24 jam nonstop. Jakarta, kerasnya kehidupan di kota ini, banyak orang yang mencoba peruntungan mencari sesuap nasi dan segenggam berlian mulai dari pedangan asongan, opisboy, pengamen, eksekutif muda, sampai dengan pekerjaan-pekerjaan criminal seperti pencopetan, penodongan,dll. Tindak kejahatan meningkat dengan adanya aktifitas yang sibuk baik dipagi hari maupun di sore hari.
Ya..ya..ya, kenapa saya menulis seperti diatas, sudah hamper 2 kali (dalam sebulan ini) hampir kecopetan di bus yang biasa ditumpangi. What the heck…2 kali ?. Yup, alhamdulillah belum sampai ada yang hilang (semoga saja ngga mengalaminya lagi). Pertama itu kejadiannya sekitar 2 minggu yang lalu ketika berangkat kerja ke Selatan Jakarta, naik bus di Slipi dengan kondisi yang sangat crowded, ketika sedang asyik berdiri di bus angkutan massa (red. PPD 446) seperti patung yang membeku dengan tubuh yang berdesak-desakan dengan penumpang lain. Tanpa sadar sepertinya ada yang merogoh kantong celana, dengan reaksi yang gesit maka tangan ini langsung menampar tangan pencopet itu. Saya coba melihat copet tersebut dengan tatapan sangar (gaya…padahal ada rasa takut juga…huehuehue) dan pencopetnya langsung minta maaf (untung ngga saya teriaki coopppeett). Yo wes…melupakan kejadian yang pernah dialami itu.
Ternyata kejadian serupa terulang lagi ketika pulang kerja akan menuju ke kampus di daerah barat Jakarta. Alhamdulillah ngga ada barang ataupun uang yang diambil. Kejadian kedua itu terjadi di bus yang memang kata orang dijuluki bus yang banyak copetnya (red. Metromini 640). Bila copet yang pertama itu beraksi hanya sendiri saja, kemarin itu copetnya bergerombol sekitar 3 atau 4 orang. Modus yang digunakan untuk melakukan tindakan kriminal itu dengan cara memepet korbannya, yang satu mengalihkan perhatian korban dan yang lain yaitu menggerayangi. Yap, musti harus waspada dan siaga terhadap apa yang terjadi di lingkungan sekitar. Lebih aware terhadap segala gerak-gerik yang mencurigakan, karena kejahatan terjadi tidak hanya karena ada niat pelakunya tetapi juga karena ada kesempatan…jadi waspadalah..waspadalah…
Posted by: tarianpena on: October 31, 2008
Yaa…yaa..yaa….kejadian itu terulang kembali..hiks..hiks..hiks. Kayanya kurang shodaqoh nih, sampe bisa kehilangan ATM lagi….hihihi. Yaps, beberapa hari yang lalu kartu ATM ilang lagi, tepatnya lupa ilangnya dimana…terakhir kali ngambil duit tuh di ATM Mandiri Carrefour Cikokol.
Setelah selesai ngambil duit, kayanya langsung pulang ke rumah dan ngga mampir sama sekali. Dan setelah dicek di rumah, OMG (kalo ngga tau artinya, search di mbah google
)…..udah ngga ada euy ATMnya (alhamdulillah…untung ATM Mandiri doank yang hilang..hihihi), jadi ngga perlu ngurus sana-sini seperti waktu dulu.
Seminggu kemudian setelah kehilangan ATM tersebut baru ngurus Surat Kehilangan ke kepolisian (kemarin sih dateng aja langsung ke polsek)….duduk sebentar dan ditanya2 tentang kejadiannya, kasih uang 20.000..langsung jadi deh. Nah tinggal ngurus ke Bank Mandirinya yang membutuhkan waktu lagi jadi terpaksa harus cuti sehari tepatnya kemarin (red. 30 Oktober 2008) karena gaji udah turun..hehehe. Pagi-pagi udah siap berangkat ke Bank dengan tidak lupa membawa buku tabungannya dan surat kehilangan. Perngurusannya lumayan cepet dan ngga berbelit-belit, hanya membutuhkan waktu 30 menit. Setelah kartu selesai, yaa..disuruh tunggu beberapa jam baru bisa ngambil uang lewat atm. Uhhuuyyy…akhirnya setelah bisa ngambil uang lagi dan gaji bisa cairrrr…
Hikmah dari hilangnya atm :
Recent Comments